"Saya datang berkunjung silaturahmi, beraudiensi dengan Mgr Suharyo, pemimpin umat Katolik Indonesia atau Ketum KWI, untuk meminta nasihat, saran, pikiran, serta dukungan bagi pelaksanaan tugas saya sebagai utusan khusus presiden," ujar Din di kantor KWI, Jl Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (31/10/2017).
Pertemuan dengan Suharyo ini, menurut Din, dilakukan untuk bertukar pikiran agar bersama-sama menjaga kerukunan antarumat beragama. Persatuan harus dijaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsuddin, menemui Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Mgr Ignatius Suharyo. (Zunita Amalia Putri/detikcom) |
Sementara itu, Suharyo menyebut Din orang yang tepat mengemban tugas sebagai utusan khusus presiden. Din dinilai sudah berpengalaman.
"Saya yakin Pak Din yang sudah punya pengalaman sekian banyak akan dapat menjalankan tugas beliau dengan dukungan dari pihak-pihak yang sampai sekarang sudah mendukung beliau, termasuk dengan gereja Katolik, bukan hanya di Indonesia, tetapi pada tataran gereja Katolik pusat di Vatikan dan gerakan-gerakan di dalam gereja Katolik yang sudah beliau kenal dengan sangat baik," papar Suharyo.
KWI, ditegaskan Surharyo, akan berupaya memberikan dukungan guna memastikan kerukunan antarumat beragama terjaga.
"Saya yakin beliau akan mampu mengerjakan tugas sebaik-baiknya. Berjasa bagi negara, bukan hanya negara Indonesia, tetapi kemanusiaan pada umumnya. Oleh karena itu, KWI akan selalu berusaha memberikan dukungan yang sebaik-baiknya dalam kerja sama yang semakin erat," imbuhnya. (fdn/fdn)












































Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsuddin, menemui Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Mgr Ignatius Suharyo. (Zunita Amalia Putri/detikcom)