Peristiwa Bom Tentena, Pemerintah 'Terperangkap'

Peristiwa Bom Tentena, Pemerintah 'Terperangkap'

- detikNews
Senin, 30 Mei 2005 07:07 WIB
Jakarta - Kasus bom Tentena yang menyebabkan 20 orang tewas jangan hanya dilihat sebagai konflik lokal semata. Bila dilakukan perbandingan yang komprehensif, tidak tertutup kemungkinan ada kepentingan politik yang lebih besar disana. Analisa tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Propatria (organisasi nonpemerintah bidang kemiliteran) Hari Prihartono dalam perbincangannya dengan detikcom di Jakarta, Senin (30/5/2005). Masih terlintas dalam ingatan kita, Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) AS mengeluarkan warning akan adanya serangan bom. Akibatnya, kantor perwakilan Paman Sam di seluruh Indonesia itu ditutup untuk beberapa hari.Reaksi pemerintah RI, meningkatkan hingga memusatkan konsentrasi aparat keamanan. Peningkatan keamanan tidak hanya di Kedubes AS, tetapi juga di Kantor Kedubes Australia, Inggris dan Jepang.Berdasarkan pantauan detikcom di lapangan, pengamanan hari ke dua sejak penutupan Kantor Kedubes AS, kekuatan keamanan ditingkatkan menjadi dua kali lipat. Tampak terlihat, 1 unit kendaraan jenis Tactica (watercanon), 1 unit Baracuda (pengawal VIP), 2 unit Stayer, 2 Bus serta 2 SSK Samapta dan 1 SSK Brimob Polda Metro Jaya. "Pemerintah memusatkan keamanan di kedutaan, tapi apa yang terjadi? Pengamanan wilayah lain justru terabaikan," sesal Hari.Hasil analisa Hari, ada kemungkinan pemerintah telah terperangkap ke dalam skenario pengalihan perhatian. Taktik jitu ini memang merupakan salah satu jenis strategi dalam kemiliteran."Bukan mengecilkan arti dugaan adanya intervensi asing, tapi sudah waktunya pemerintah melibatkan banyak elemen yang lain, bukan hanya aparat dan intelijen," pinta Hari. (ism/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads