Apa Sebab Korban Ledakan Kosambi Begitu Banyak, Ini Kata Polisi

Jabbar Ramdhani - detikNews
Selasa, 31 Okt 2017 09:34 WIB
Suasana olah TKP di Pabrik Kembang Api Kosambi (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Ledakan pabrik kembang api di Kosambi, Kabupaten Tangerang, menewaskan sebanyak 49 orang. Polisi terus menyelidiki kasus yang terjadi pada Kamis (26/10) lalu ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan masih akan terus ada saksi yang dimintai keterangan. Hingga hari ini, ada sebanyak 21 saksi yang dimintai keterangan.


"Masih ada (saksi yang akan dipanggil), nanti. Sudah 21 (saksi) sekarang. (Saksi ialah) karyawan yang hidup, ada tetangga, dan staf kantor," kata Argo kepada detikcom, Selasa (31/10/2017).

Mengenai korban jiwa dan luka yang begitu banyak, Argo mengatakan, ada kemungkinan mereka mencari tempat aman pascakebakaran yang muncul. Namun, mereka menjadi korban karena terjebak api yang menyala begitu besar.


"Kalau penyebab kematian karena terbakar 100 persen, sementara penyebab kebakaran karena percikan bunga api las. Ya namanya ada kebakaran, dia (korban) lari ke tempat yang lebih aman. Tapi terbakar juga karena terjebak api," tuturnya.

Informasi awal, ada sebanyak 103 orang yang bekerja di pabrik milik PT Panca Buana Cahaya Sukses tersebut. Jumlah sedemikian banyak, kemungkinan pabrik tersebut hendak memproduksi kembang api untuk menyambut tahun baru.


"(Jumlah pekerja yang banyak) itu kan wajar saja, persiapan tahun baru. Karena kembang api dari kawat kan yang diproduksi," ucap dia.

Selain 49 orang tewas, ada 40 orang lebih yang mengalami luka-luka. Jasad korban yang tewas telah dibawa ke RS Polri guna identifikasi.


Polisi menetapkan tiga orang tersangka terkait kasus ledakan dan kebakaran di pabrik kembang api. Ketiga tersangka yakni pemilik pabrik Indra Liyono, Direktur Operasional Andri Hartanto, dan pekerja bernama Subarna Ega yang mengelas ketika peristiwa kebakaran dan ledakan terjadi. (jbr/fiq)