DetikNews
Selasa 31 Oktober 2017, 09:19 WIB

Pemuda Desa Ini Keliling Kampung Bawa Buku Bacaan Gratis

Eko Susanto - detikNews
Pemuda Desa Ini Keliling Kampung Bawa Buku Bacaan Gratis
Semarang - Pustakawan yang satu ini dipatut diajungi jempol. Keprihatinannya akan minimnya buku dan taman bacaan di kampungnya, membuat seorang pemuda desa, Eko Sunyoto Nugroho (39), tergugah. Ia kemudian keliling dengan sepeda motor miliknya membawa buku bacaan gratis.

"Di desa saya, jangankan melihat buku, mendengar buku saja belum. Termasuk belum ada fasilitas untuk membaca," kata Eko saat ditemui di sela-sela kesibukannya, Sabtu (28/10/2017).

Eko, yang merupakan pustakawan hononer bagian Layanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Salatiga tersebut, prihatin melihat keadaan tersebut. Di kampungnya, kebanyakan merupakan buruh tani sehingga perhatian akan buku bacaan bagi anak-anak masih minim.

Untuk itu, ia kemudian tergugah tepatnya pada 29 Juli 2016, membuat Cakruk Baca di kampungnya Dusun Demangan RT 10/RW 04, Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang. Selain itu, bermodalkan 20 buku yang dibeli sendiri, Eko keliling dari satu kampung maupun sekolah terutama Taman Kanak-kanak (TK) yang berada di pinggiran.

"Melihat kondisi Perpustakaan Kota Salatiga yang maju, warga nggak ada kewajiban apa pun. Warga tinggal datang ke Perpustakaan dan meminjam buku apa pun saja," tuturnya.

Berangkat dari hal tersebut, Eko yang menjadi petugas hononer sejak 2016, kemudian berupaya mendekatkan buku kepada masyarakat dan membuat tempat baca.

"Aksi keliling kampung ini kemudian ada yang menulis, terus saya uplod di media sosial. Kemudian, ada orang yang mendonasikan buku ke kepada kami," kata dia, seraya menyebut aksinya gratis.

Sebelum keliling ke sekolah-sekolah tersebut, Eko menyampaikan, maksud dan tujuannya kepada masing-masing kepala sekolah. Respons kepala sekolah yang didatangi baik dan menyambut kedatangannya untuk membawa buku bacaan.
Pemuda Desa Ini Keliling Kampung Bawa Buku Bacaan Gratis

"Keliling di sekolah-sekolah TK swasta yang berada di daerah Pabelan dan Bringin. Kebetulan, keliling itu saya lakukan hari Selasa, Kamis dan Sabtu, karena di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Salatiga, saya kena shif malam," kata mantan pustakawan SMPN 8 Kota Salatiga, itu.

Ia pun menyusun jadwal agar sekolah maupun kampung yang dikunjungi tidak berbenturan. Buku-buku yang akan dibawa keliling di tata di tas kanvas. Kebanyakan buku bacaan bagi anak-anak.

"Selasa, saya ke TK Pertiwi Truko, Kecamatan Bringin dan RA Masyithoh, Desa Ploso, Kecamatan Pabelan. Untuk Kamis ke RA Miftahul Fallah Kadirejo, kemudian Sabtu ke MI Miftahul Ulum Kadirejo serta Kampung Ngancar, Desa Kadirejo dan Baruan, Desa Giling, Kecamatan Pabelan," ujar Eko.
Pemuda Desa Ini Keliling Kampung Bawa Buku Bacaan Gratis

Atas aksi keliling kampung dan sekolah membawa buku bacaan tersebut, Eko mendapatkan kehormatan diundang Presiden Joko Widodo. Tepatnya, pada 2 Mei 2017, lalu, bersama dengan 38 Komunitas Pustaka Bergerak di Indonesia diundang menuju Istana Negara.

"Saat bertemu dengan Pak Presiden Joko Widodo, kami dijanjikan akan diberikan 10 ribu eksemplar buku. Terus waktu pulang disangoni 100 eksemplar buku. Kemudian, pada bulan September 2017, kami menerima kiriman 360 eksemplar buku, untuk kekuranganya hingga sekarang belum dikirim lagi," kata mantan pustakawan yang bekerja di Matana University Gading Serpong Tangerang pada tahun 2015, itu.


Bahkan saat hari Sabtu, istrinya, Ida Wijayanti (27), yang libur kerja ikut juga keliling ke sekolah maupun kampung-kampung. Bahkan, untuk saat ini, ia juga mendapatkan suport dari Perpustakaan Daerah Kabupaten Semarang.

"Tiap bulan kami dipinjami 30 buku dari Perpustakaan Daerah Kabupaten Semarang. Buku dikirim ke rumah, terus bulan berikutya diambil lagi," ujarnya.


(asp/asp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed