Aktivis: Pemerintah Lamban Tangani Nasib TKI

Aktivis: Pemerintah Lamban Tangani Nasib TKI

- detikNews
Senin, 30 Mei 2005 00:21 WIB
Jakarta - Minimnya perhatian pemerintah terhadap nasib TKI di luar negeri membuat geram aktivis serikat pekerja dalam negeri. Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (GASPERMINDO) menilai pemerintah tidak fokus dalam permasalahan ini.Meningkatnya jumlah korban kekerasan TKI di luar negeri menjadi salah satu parameter minimnya perhatian pemerintah. GASPERMINDO akan mencoba perjuangkan nasib buruh migran Indonesia yang kerap menjadi korban kekerasan. Upaya yang akan dilakukan GASPERMINDO ini rencananya menjadi misi khususnya sebagai duta buruh Indonesia pada Konferensi Buruh Internasional di Jenewa, Swiss, pada 1-6 Juni 2005. GASPERMINDO melalui ketua umumnya, M Jumhur Hidayat, mendesak pemerintah agar membuat perjanjian dengan negara-negara yang banyak mempekerjakan TKI."Pemerintah hanya membentuk tim jika ada masalah," sesal Jumhur dalam tulisannya kepada detikcom Sabtu (29/5/2005) malam.Pemerintah Indonesia, menurut Jumhur, harus segera meratifikasi jaminankesejahteraan dan keselamatan buruh migran sesuai keputusan konferensi ILO.Konferensi ILO kali ini di nilai sangat penting. Alasannya, karena perhelatan ini digelar pada saat kuatnya agenda ekonomi neo liberal yang cenderung tidak berpihak bagi kaum buruh. Jumhur menilai, industri yang ada baik pertanian, pertambangan dan manufaktur selalu di manfaatkan para pemilik modal tanpa sedikit pun memikirkan nasib buruh. (ism/)


Berita Terkait