Tidak Terprovokasi, Pemerintah Hargai Warga Tentena
Minggu, 29 Mei 2005 23:37 WIB
Jakarta -
Pemerintah menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada warga yang tidak terpancing atas provokasi peledakan bom di Tentena. Penghargaan ini disampaikan Wakil Presiden RI (Wapres) Jusuf Kalla kepada warga Tentena pada khususnya dan warga Sulawesi Tengah pada umumnya."Kita sangat hargai masyarakat yang akhirnya tidak saling curiga. Dua kelompok yang dulu bertikai, kini semakin mempererat hubungannya," aku Kalla dalam keterangannya kepada wartawan di Bandara Halim Perdana Kusumah, Jakarta, Minggu (29/5/2005) malam.Menurut Wapres, kondisi Poso pasca ditandatanganinya perjanjian Malino I berangsur angsur kembali normal. Sesaat sebelum terjadinya ledakan di Tentena, sebenarnya kondisi Poso sudah sangat kondusif."Tentena mayoritas penduduknya Nasrani. Ketika kemarin ada perayaan Maulid Nabi Muhammad disana, ada beberapa Pendeta ikut hadir dan memberikan sambutan. Ini artinya di dalam masyarakat sendiri sudah tidak ada masalah," papar Wapres.Meski belum mendapatkan informasi yang pasti mengenai identitas pelaku peledakan, Wapres yakin bahwa pelakunya adalah kelompok di luar dua kelompok yang bertikai. Kelompok ini, dugaannya, ingin kembali mengeruhkan suasana di Poso. Apabila melihat polanya, menurut Kalla, maka pelakunya adalah kelompok yang melakukan teror serupa di Mamasa, Ambon dan beberapa tempat lainnya."Anggotanya adalah sisa-sisa dari orang yang belum tertangkap. Ada juga orang-orang baru yang merupakan pelarian dari daerah lain. Akhirnya, mereka bertemu dan membuat kekacauan di daerah-daerah yang mulai aman," lanjutnya.Kondisi KorbanMenteri Dalam Negeri (Mendagri) M Ma'ruf memberikan informasi mengenai data terakhir korban peledakan bom di Tentena. Korban tewas sampai saat ini 20 orang, 51 orang yang dalam kondisi luka saat ini tengah di rawat di RS Tentena. Sedangkan 2 orang luka berat lainnya sedang di rujuk ke RS Palu."Saya tadi sempat menjenguk jenazah dua korban peledakan, salah satunya adalah Ibu Kepala Desa. Pada saat kejadian, Ibu Kepala Desa ini justru sedang mencoba mengarahkan warga agar menjauh dari titik ledakan," kata Mendagri tampak simpati.Mengenai kondisi bantuan, saat ini persediaan logistik di kerahkan ke lokasi kejadian. Obat-obatan sudah dikirim dari Poso. Saat ini, menurut Ma'ruf sudah ada 4 orang dokter bedah dan tenaga medis lain untuk membantu kondisi korban lainnya.
(ism/)










































