"Oleh karena itu, semua pihak tadi sudah kami kumpulkan. Dalam rakor diberi tugas dalam beberapa hari ke depan. Sampai hari Jumat untuk memberikan finalisasi daripada langkah jangka pendek dari penataan. Maupun langkah jangka panjang," kata Sandiaga di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (30/10/2017).
Sandiaga menggelar rapat koordinasi bersama Satpol PP DKI Jakarta, Dishub DKI, dan PT KAI. Menurut Sandiaga, ada dua langkah yang disiapkan untuk menata kawasan Tanah Abang. Yakni langkah jangka panjang dan langkah jangka pendek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandiaga mengungkapkan, untuk pembangunan TOD, KAI sudah menyiapkan konsepnya. Namun ia meminta KAI berintegrasi dengan TransJakarta dan moda transportasi lain.
"Konsep TOD-nya KAI sudah siapkan, tapi kami mohon KAI berintegrasi pada seluruh pihak karena di situ ada PD Pasar Jaya, TransJakarta, dan moda transportasi lainnya," tuturnya.
Selain itu, kata Sandi, ada beberapa usulan untuk langkah-langkah jangka panjang penataan kawasan Tanah Abang. Di antaranya pembangunan sky bridge, mengubah flow lalu lintas kawasan Tanah Abang, meminjam lahan PT KAI untuk lahan parkir, dan revitalisasi Blok G.
"Salah satu usulnya adalah sky bridge. Salah satunya ada usul adalah mengubah flow daripada lalu lintas, meminjam lahan PT KAI untuk bisa digunakan sebagai lahan parkir, merevitalisasi Blok G, dan beberapa usulan," tutur Sandiaga.
Sandiaga enggan mengomentari soal sky bridge yang sudah lama direncanakan. "Intinya sih belum dieksekusi aja. Jadi kita nggak usah menyalahkan yang lama. Kita fokus ke depan," ucapnya.
Sementara itu, Sandiaga meminta ada terobosan dan inovasi dalam penataan jangka pendek kawasan Pasar Tanah Abang. Terobosan jangka pendek tersebut akan disosialisasi pada Jumat mendatang.
"Sedangkan jangka pendek harus ada terobosan dan inovasi yang mudah-mudahan hari Jumat bisa kita sosialisasikan dan hari Senin bisa dieksekusi," ujarnya.
Semua langkah jangka pendek tersebut akan difinalisasi dengan data dari Jakarta Smart City. Dengan begitu, terobosan-terobosan yang ada akan berpadu dengan pergerakan traffic ataupun manusia di kawasan Tanah Abang.
"Untuk jangka pendek, kita akan sosialisasikan hari Jumat, kemudian sabar kita akan kumpulkan, nanti finalisasi dengan data Jakarta Smart City pergerakan traffic maupun juga pergerakan dari manusia yang ada di kawasan Tanah Abang itu," imbuhnya. (nvl/nvl)











































