Kalla: Bom di Tentena, Poso Tidak Terkait SARA
Minggu, 29 Mei 2005 15:00 WIB
Palu - Apa modus peledakan bom di pasar Tentena, Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng)? Sampai sekarang belum terendus. Namun, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla memastikan bahwa bom ini tidak terkait dengan SARA (suku, agama, dan ras).Penegasan Wapres Kalla ini disampaikan kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan para pejabat Provinsi Sulteng di Kantor Gubernur Sulteng, Jl. Sam Ratulangi, Palu Timur, Minggu (29/5/2005). "Saya sudah bertemu sebelumnya dengan pemuka agama Islam maupun Kristen di Poso dan saya lihat tidak ada masalah lagi," ungkap Wapres saat ditanya apakah kasus bom di Tentena itu terkait dengan kasus SARA. Wapres Kalla datang ke Palu bersama Menteri Dalam Negeri M. Ma'ruf dan Menteri Agama M Basyuni. Wapres tiba di Bandara Mutiara Palu pukul 09.00 WITA dengan menumpang pesawat udara milik Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Udara (TNI-AU).Setibanya di Palu, Wapres dan rombongan menuju Kantor Gubernur Sulteng di Jalan Sam Ratulangi, Palu Timur. Di Kantor Gubernur Sulteng, Wapres diterima Gubernur Aminuddin Ponulele dan Bupati Poso Andi Azikin Suyuti.Wapres menggelar pertemuan tertutup di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng. Pertemuan itu dihadiri oleh Gubernur Sulteng, Bupati Poso dan Kapolda Sulteng Brigjen Pol Ariyanto Sutadi serta Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar yang sudah berada di Palu sejak sehari sebelumnya setelah meninjau Tentena, Sabtu (28/5/2005) kemarin.Tidak ada penjelasan resmi apa isi pertemuan. Tapi, bisa dipastikan pertemuan itu membicarakan tentang penanganan kasus peledakan bom di Tentena. Wapres Kalla seusai pertemuan itu langsung meninggalkan Palu menuju Jakarta. Wapres tidak menuju lokasi bom di Tentena, Poso. Wapres hanya memerintahkan Mendagri dan Menteri Agama untuk melakukan kunjungan ke Poso.
(asy/)










































