Panglima TNI: Status Poso Tidak Perlu Ditingkatkan

Panglima TNI: Status Poso Tidak Perlu Ditingkatkan

- detikNews
Minggu, 29 Mei 2005 13:11 WIB
Jakarta - Meski bom meledak, tapi status Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) tidak akan ditingkatkan. Poso tetap dalam status normal. Hal ini ditegaskan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto kepada wartawan dalam jumpa pers seusai menghadiri rapat koordinasi (Rakor) di kantor Menko Polhukkam, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (29/5/2005). Menurut panglima, wacana peningkatan status Poso akibat bom memang sempat dibahas dalam rakor. Namun, keputusannya, status Poso tidak perlu ditingkatkan."Tadi dibahas di Rakor. Cuma status itu tidak ditingkatkan, karena bom bisa meledak di mana-mana," kata panglima. Siapa pelaku pengeboman biadab ini? Aparat belum mengetahuinya. Panglima menduga bisa saja tindakan biadab dilakukan kelompok-kelompok yang dulu berkonflik dan sudah bersatu. "Di antara mereka, mungkin saja ada yang memanfaatkan situasi yang ada," kata panglima. Panglima membenarkan bahwa indikasi peledakan bom sudah diketahui oleh intelijen dan pernah dibahas pemerintah. "Indikasinya sudah ada. Tapi, masih bersifat umum. Tapi, kita tidak bisa mengantisipasi tempatnya. Intelijen sudah deteksi," ungkapnya. Namun, karena jumlah aparat yang sangat terbatas, maka tidak semua daerah bisa diamankan. "Tidak mungkin aparat bisa mengamankan semua daerah," tegas dia. Poso, menurut panglima, memang berpotensi konflik komunal. Namun, tendensinya saat ini sebenarnya sudah membaik. "Barangkali ada kelompok-kelompok yang tidak menginginkan situasi tersebut dan memanfaatkannya," ujar dia. (asy/)


Berita Terkait