Pemerintah Siapkan 2 Langkah Tindak Lanjuti Bom Poso
Minggu, 29 Mei 2005 12:34 WIB
Jakarta - Pemerintah mengutuk tindakan pengeboman di Tentena, Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). Ada dua langkah utama yang akan dilakukan pemerintah untuk menindaklanjuti kasus bom tersebut. Sikap pemerintah ini disampaikan Menko Polhukkam Widodo AS kepada wartawan dalam jumpa pers seusai memimpin rapat koordinasi (Rakor) di kantor Menko Polhukkam, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (29/5/2005). Di awal jumpa pers, Widodo menyampaikan bahwa pemerintah turut berbela sungkawa kepada masyarakat yang menjadi korban bom tersebut. Pemerintah juga mengutuk tindakan teror tersebut, karena korbannya adalah masyarakat kecil yang tidak berdosa. Selanjutnya, Widodo membeberkan mengenai dua langkah utama yang akan ditempuh pemerintah terkait bom tersebut. Pertama, melakukan langkah tertutup, yaitu melalui operasi intelijen yang saat ini terus berlangsung untuk membongkar rencana dan jaringan teror di Poso dan jaringan-jaringan terkait dengan daerah-daerah lain. Kedua, melakukan langkah terbuka, yaitu melalui peningkatan operasi kepolisian dan keamanan, serta peningkatan penjagaan fisik terhadap berbagai objek vital. Dua langkah utama itu akan dilakukan jajaran terkait. "Untuk tindakan intelijen, akan dikoordinasikan oleh BIN (Badan Intelijen Negara). Sedangkan langkah terbuka akan dilakukan Polri dengan support dari pemerintah daerah. TNI juga akan memback-up Polri," kata Widodo. Widodo juga mengimbau masyarakat untuk berperan secara aktif terhadap upaya-upaya penanggulangan aksi teror dengan melaporkan hal-hal yang mencurigakan sekecil apa pun kepada aparat kepolisian. Saat ditanya apakah ada langkah khusus di Poso, karena bom sudah beberapa kali terjadi, Widodo menyampaikan bahwa upaya pembongkaran kasus di Poso akan dilakukan dengan mempelajari kasus-kasus yang terjadi sebelumnya. "Selain itu, kita akan mendayagunakan para pelaku yang sudah ditangkap pada kasus yang lalu," ujarnya. Widodo juga menyampaikan motif pengeboman sampai sekarang masih didalami Polri. "Pelakunya juga belum bisa ditentukan, karena masih dalam penyelidikan," ungkapnya.
(asy/)











































