Kunjungi Gus Solah, JK Cerita Perkembangan Islam di Kazakhstan

Kunjungi Gus Solah, JK Cerita Perkembangan Islam di Kazakhstan

Enggran Eko Budianto - detikNews
Minggu, 29 Okt 2017 15:24 WIB
Kunjungi Gus Solah, JK Cerita Perkembangan Islam di Kazakhstan
Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom
Jombang - Dalam kunjungannya di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyempatkan diri mengunjungi Pengasuh Ponpes Tebuireng KH Salahuddin Wahid alias Gus Solah. JK menceritakan perkembangan Islam di Kazakhstan setelah merdeka dari Uni Soviet.

Rombongan Wapres tiba di Ponpes Tebuireng, Desa Cukir, Diwek sekitar pukul 12.00 WIB. Didampingi Gubernur Jatim Soekarwo dan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko, JK langsung menuju ke kediaman Gus Solah.

Kedatangan JK disambut Gus Solah dan istri, serta pengurus pesantren. Pertemuan JK dengan keluarga Gus Solah berlangsung tertutup. Sekitar 30 menit, JK dan rombongannya meninggalkan pesantren yang didirikan KH Hasyim Asy'ari itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini sahabat semenjak dulu. Jadi, silaturrahim. Kalau tak ke Tebuireng tak afdol," kata JK kepada wartawan usai bertemu Gus Solah, Minggu (29/10/2017).

Saat disinggung pertemuan ini terkait dukungan Golkar untuk Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim 2018, JK dengan tegas membantahnya. Gus Solah sendiri salah satu kiai yang mendukung pencalonan Khofifah. Adik kandung Gus Dur ini menjadi pimpinan Tim 17 yang dipercaya memilih calon pasangan Khofifah.

"Tidak (membahas dukungan Golkar untuk Khofifah). Makin banyak silaturrahim kan makin bagus," tegasnya.

Sementara itu, Gus Solah mengaku pertemuannya dengan JK tak membahas Pilgub Jatim. Menurut dia, dalam pertemuan itu JK bercerita tentang kunjungan kenegaraannya ke Turki dan Kazakhstan.

"Cerita itu saja, pengalaman-pengalaman terakhir," ujarnya.

Menurut Gus Solah, ada yang menarik dari cerita JK kepada dirinya. Yakni terkait perkembangan agama Islam di Kazakhstan, negara yang sudah 26 tahun merdeka dari Uni Soviet.

"Orang-orang tuanya enggak taat agama, enggak salat. Tapi anak mudanya salat. Karena orang tua dulu di bawah Rusia, Islam dikekang. Begitu Rusia pecah, Kazakhstan merdeka. Anak-anak mudanya belajar agama. Mereka lah yang sekarang menjadi orang cukup berumur, menjalankan agamanya dengan baik. Saya baru tahu dari beliau," terangnya. (jor/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads