Korban Bom Poso Banyak Terkena Serpihan Besi
Sabtu, 28 Mei 2005 22:10 WIB
Poso - Sungguh biadab pelaku pengeboman di Pasar Tentena, Poso, Sulawesi Tengah. Bom yang menewaskan 20 orang itu sebenarnya berkekuatan rendah. Namun, karena bom ini diisikan potongan-potongan besi dan ditempatkan di fasilitas umum, maka banyak korban yang jatuh. "Korban banyak terkena serpihan besi. Bom itu terdiri dari rangkaian konteiner yang diisi dengan potongan-potongan besi," kata Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar kepada wartawan di lokasi pengeboman, Sabtu, (28/5/2005). Kapolri datang bersama Kabareskrim Mabes Polri Komjen Suyitno Landung.Kapolri yang datang pukul 19.00 WITA menjelaskan, bom tersebut bisa jadi terkait dengan peledakan bom lainnya di Maluku atau Poso sebelumnya. "Polisi sedang menyelidiki keterkaitan itu. Tapi bom yang meledak sekarang ini merupakan jenis bom yang berbeda," katanya. Dari TKP, Kapolri kemudian mengunjungi korban ledakan bom di Rumah Sakit (RS) Gereja Kristen Pancaran Kasih, Sulteng. Selain menghibur para korban, Kapolri juga memberikan sumbangan dalam amplop berwarna putih. Tidak diketahui berapa jumlah uang yang diberikan kepada korban yang selamat itu.Kepada wartawan, Kapolri menyatakan keprihatinannya atas musibah itu. Dia mengatakan bahwa kita semua prihatin karena selama ini Poso sudah semakin kondusif, namun dikejutkan lagi dengan adanya peledakan bom ini. Untuk itu, polisi akan terus mengungkapkan kasus ini.Di depan RS, masyarakat masih ramai menyaksikan korban yang masih dirawat. Situasi sudah kondusif dan tidak ada konsentrasi massa di tempat-tempat tertentu. Polisi menempatkan 139 pesonelnya di TKP.Berdasarkan data dari Polres Poso, korban yang tewas berjumlah 20 orang. Rinciannya adalah sebagai berikut: 1. Patria Hilohima (P), Desa Kalamaya, Poso Pesisir.2. Andre Pontali (2,5), anak dari Patria.3. Sryanti Monangu (P), Desa Sangele.4. PDT Benny Doelelia (L), Tentena.5. Roncian Tadjampu (P), Desa Malewa.6. Yoseph Rantelimbo (L), Desa Sangele.7. Riman Radjatonda (P), Desa Sulewana.8. Eteng Pindongo (L), Desa Sangele.9. Ntoy (P), Desa Sangele.10. Anis (L) 11. Dame Mongua (P), Desa Galuga.12. Berni Tungkanan (L), Desa Sangele.13. Marice Tumbuapu (P), Desa Maleoa.14. Sukiyem (P), Desa Lemo.15. Timparosa Nggau (P), Desa Sangele.16. Aris Ruus (L), Desa Sangele.17. Alengki (L), Desa Saojo18. Marlin Papaya (P), Desa Saojodan 2 orang lagi yang belum diidentifikasi. Namun, diperkirakan keduanya berumur 20-an tahun berjenis kelamin laki-laki.Dilaporkan pula, 54 orang luka-luka berat dan ringan. 2 di antaranya adalah anggota polisi, yakni ABP Y. Modjampa (47) dan Bripda Suopandi.
(atq/)











































