detikNews
Minggu 29 Oktober 2017, 02:36 WIB

Peringati Sumpah Pemuda, Warga Lomba Perahu Hias dan Bidar di Musi

Raja Adil Siregar - detikNews
Peringati Sumpah Pemuda, Warga Lomba Perahu Hias dan Bidar di Musi Foto: Lomba bidar dan perahu hias di Sungai Musi. (Raja Adil Siregar-detikcom)
Palembang - Lomba bidar dan perahu hias di sungai Musi, Sumatera Selatan, menjadi tradisi tahunan masyarakat yang tak pernah hilang. Masyarakat tampak antusias menyaksikan tradisi tahunan itu.

Pantauan detikcom, sejak dibuka di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, Sumsel, Sabtu (28/10) pagi, masyarakat sudah mulai berbondong-bondong datang. Apalagi, keberadaan jembatan Ampera sebagai ikon kota turut menjadi daya tarik.

"Lomba bidar dan perahu hias ini merupakan tradisi tahunan, harus terus kita lestarikan. Selain menjadi hiburan, lomba bidar dan perahu hias juga menggambarkan sejarah Palembang pada masa Kerajaan Sriwijaya yang sekarang menjadi salah satu aset pariwisata," terang Harnojoyo kepada detikcom.

Peringati Sumpah Pemuda, Warga Lomba Perahu Hias dan Bidar di MusiFoto: Lomba bidar dan perahu hias di Sungai Musi. (Raja Adil Siregar-detikcom)

Sehingga, menurut Harnojoyo keberadaan event ini memang sangat dinantikan oleh masyarakat sekitar untuk beradu kreatifitas dalam berhias perahu dan pacu kecepatan. Sehingga, bagi wisatawan yang berkunjung ke kota Palembang, ini juga menjadi daya tarik tersendiri terutama pada saat peringatan hari-hari besar.

"Lomba bidar ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, mendongkrak ekonomi dan tentu untuk melestarikan tradisi masyarakat. Apalagi, tradisi ini berada di sungai Musi yang sudah dikenal oleh Dunia," tutur Harnojoyo.

Peringati Sumpah Pemuda, Warga Lomba Perahu Hias dan Bidar di MusiFoto: Lomba bidar dan perahu hias di Sungai Musi. (Raja Adil Siregar-detikcom)

Sementara itu, Kabag Humas kota Palembang Amiruddin Sandy mengatakan tradisi ini biasanya dilaksanakan pada 17 Agustus lalu. Namun, baru dapat terlaksana pada peringatan hari Sumpah Pemuda.

"Biasanya memang itu dilaksanakan saat 17 Agustus untuk memperingati hari kemerdekaan. Kebetulan waktu itu ada pelaksanaan countdown Asian Games, maka baru dapat dilaksanakan hari ini, sekaligus memperingati hari Sumpah Pemuda," terang Amiruddin.

Untuk memeriahkan event ini, berbagai perwakilan dari tingkat kecamatan turut hadir dalam perebutan hadiah bernilai jutaan rupiah. Bahkan, ada yang sengaja datang dari kabupaten tetangga yakni Ogan Ilir.
(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed