Gempa tersebut terjadi pukul 21.15 WIT, Sabtu (28/10/2017). Dari analisis BMKG, gempa terjadi di koordinat 2.55 LS dan 140.87 BT, tepatnya di 38 km arah Timur Laut Jayapura dengan kedalaman 10 km.
Kepala Stasiun Geofisika Angkasapura, Jayapura, Cahyo Nugroho mengatakan dampak gempa yang digambarkan oleh Peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa gempa dirasakan di Kota Jayapura dan Kabupaten Sentani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, jelas Cahyo , gempa itu merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal yang melintas Kota Jayapura.
Hingga pukul 21:43 WIT, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). Namun beitu, masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (idh/idh)











































