"Kita memang sudah terlalu lama, pendidikan kita ini monoton. Rutinitas berjalan, ya kalau kita tidak rombak, kita tidak ubah total, mungkin benar tadi yang dihitung Belva tadi, berapa tahun? 128 tahun. Itu pun di Jakarta," kata Jokowi di Istana Bogor, Jl Ir H Juanda, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/10/2017).
Sebelumnya seorang pemuda bernama Adamas Belva Syah Devara bercerita tentang artikel dosennya di Universitas Harvard, Amerika Serikat. Pada artikel itu sang profesor membandingkan skor Jakarta dengan kota-kota di negara maju. Hasilnya, Jakarta dianggap ketinggalan 128 tahun, kata Belva.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belva memang mengembangkan aplikasi belajar-mengajar bernama ruangguru.com. Jokowi agaknya terkesan dengan inovasi itu meski dia juga mengharapkan bentuk kegiatan belajar-mengajar yang lain.
"Saya senang, kalau anak-anak kita tidak belajar di ruangan saja. Tergantung level. Misal, anak SD, kenapa nggak dibawa ke kantor bank, biar ngerti mengenai sistem keuangan. Mengenai perbankan, kenapa tidak diajak ke, misalnya, pabrik garmen untuk melihat, sebetulnya yang namanya pabrik kayak apa. Bisa saja diajak ke museum untuk mengenalkan sejarah secara real, mengenalkan artefak lama yang konkret," papar Jokowi. (bag/dkp)










































