Updated
Gus Mus: Tidak Ada Alasan Kyai Tidak Boleh Berpolitik
Sabtu, 28 Mei 2005 21:20 WIB
Surabaya -
Tidak ada alasan untuk para kyai tidak ikut serta dalam percaturan politik di Indonesia. Wajah politik yang buruk menyebabkan para kyai turun tangan untuk membenahinya."Kenapa kyai-kyai itu begitu semangat. Kenapa sih ngurusin politik? Jual ayam di olok orang. Lho Kyai kok ngempit ayam. Wong ya punyanya ayam," canda Gus Mus panggilan khas Kyai nyentrik asal Rembang saat memberikan wejangan dalam pembukaan Munas Alim Ulama dan Mukernas PKB di Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya, Sabtu (28/5/2005).Gus Mus merasa heran dengan cercaan yang menimpa para kyai ketika berpolitik. Persepsi Kyai yang buruk disebabkan memang wajah politik Indonesia yang buruk. Hal ini yang menyebabkan para kyai terkena imbasnya. "Karena politik di Indonesia brengsek sekali. Orang yang masuk ke wilayah yang buruk akan tercemarkan dan dikesankan buruk," kata Gus Mus.Ia mencontohkan, ketika seorang kyai pergi ke mal atau gedung bioskop. Pasti banyak yang menuduh mereka mau menonton. "Meskipun orang yang disana mencari kawannya. Tapi orang menyangka bahwa itu akan melihat. Alangkah buruknya wajah perpolitikan di Indonesia," tegasnya.Gus Mus menyebut beberapa kriteria Kyai dengan mengutip Sosiolog Arif Budiman. Ada tiga kriteria Kyai, yaitu Kyai produk masyarakat, pemerintah, dan kyai produk pers. Tapi, Gus Mus menambah dua jenis kyai lagi sesuai versinya, yaitu Kyai produk politisi dan Kyai produk sendiri. Menurutnya, Kyai yang hadir dalam Munas ini merupakan Kyai produk masyarakat."Kalau saya nambah dua. Kyai produk politisi, cari orang di kasih sorban dan peci lalu menggelar acara dan di media disebut didukung 200 kyai. Serta ada kyai produk sendiri. Ini modalnya cukup murah. Ngapalin hadis dan pintar berakting," terang Gus Mus dengan disambut tawa hadirin.
(/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































