Eka Tolak Komentari Corby

Sang Interpreter

Eka Tolak Komentari Corby

- detikNews
Sabtu, 28 Mei 2005 15:05 WIB
Eka Tolak Komentari Corby
Denpasar - Opini Eka terhadap Corby sulit dikorek. Padahal sang interpreter ratu mariyuana ini kerap berdampingan dengan tervonis 20 tahun penjara itu.Selalu ada kesan pertama pada pertemuan yang pertama. Entah itu baik atau buruk atau biasa-biasa saja. Apalagi jika sudah ada pertemuan yang kesekian kalinya.Eka sudah berkali-kali bertemu dengan Corby dan mendampinginya dalam setiap persidangan kasus kepemilikan 4,2 kg mariyuana di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar Bali.Corby sedang mengalami masa-masa sulit karena merasa tidak memiliki mariyuana tersebut. Biasanya, orang yang ada di dekatnyalah yang menjadi tempat curhat. Dari curhat itu pulalah bisa ditangkap kesan mengenainya.Namun lulusan terbaik Fakultas Ekonomi perguruan tinggi swasta di Surabaya, Jawa Timur ini sulit dikilik-kilik ketika ditanya kesan-kesannya selama mendampingi Corby."Posisi saya adalah interpreter. Saya profesional dan independen. Saya tidak ingin memberikan opini apa pun terhadap sidang Corby," kata perempuan muda bernama lengkap Eka Sulistiowati ini dalam perbincangannya dengan detikcom melalui telepon, Sabtu (28/5/2005).Suaranya terdengar tegas, namun tetap ramah dan renyah. Dia menjelaskan tugasnya hanyalah untuk menerjemahkan apa pun yang ditanyakan oleh majelis hakim, jaksa penuntut umum, dan pengacara kepada Corby.Nah, untuk menghindari 'pertanyaan jebakan' dari wartawan atas kesan, opini maupun komentarnya terhadap Corby, Eka selalu mengelak untuk diwawancarai wartawan."Pokoknya saya menolak diwawancarai terkait kasus Corby. Kasus Corby lebih penting daripada saya," ucap perempuan bersuara lembut yang kerap menggado-gadokan bahasa Indonesia dan Inggris ini.Okelah kalau tidak mau diwawancarai wartawan soal Corby. Lalu apakah pernah ditanya teman-temannya? Apakah menolak menjawab juga?"Saya jawab: Saya bekerja profesional. Saya tidak ingin menyampaikan opini saya kepada Anda," ujar Eka.Namun Eka tidak menampik kalau Corby pernah berkeluh kesah dengannya. Tapi itu pun hanya secuil kalimat yang keluar dari bibirnya."Dia sering bilang barang itu menghancurkan hidupnya," ungkap Eka. "Setiap orang pasti ingin bebas," lanjut perempuan muda berparas ayu ini.Selama menemani Corby dalam persidangan, Eka senantiasa tampil necis dengan busana kemeja celana panjang bahan, plus syal. Rambutnya yang hitam panjang melewati bahu itu selalu dibiarkan tergerai.Eka tetap kalem dan tenang meski sidang kerap berlangsung dramatis, sarat emosi, bercucuran keringat, bahkan derai air mata. Saat Corby pingsan ketika hendak dibacakan tuntutan, Eka tidak panik. Padahal hadirin sidang gaduh.Saat pembacaan vonis, perempuan yang menetap di Kabupaten Klungkung Bali ini juga tetap tenang. Padahal Corby yang saat itu sedang shock, menjerit histeris dan menangis. Keluarga dan kerabat Corby yang hadir pun berurai air mata. Namun Eka dengan kalem mencoba menenangkan Corby.Eka menjadi 'bunga' dalam persidangan si cantik Corby. Sidang Corby memang belakangan ini menjadi sorotan publik, baik nasional, maupun Australia. Berkat Eka, komunikasi dalam persidangan berjalan lancar. Kelihaian dan kecerdasan Eka menjadi interpreter dadakan ini patut diacungi jempol bagi kemajuan intelejensi perempuan Indonesia.Keterangan Foto:Eka sedang menenangkan Corby yang histeris setelah mendengar vonis 20 tahun penjara. (Sumber: AFP Photo) (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads