Eka, Sang Interpreter Corby

Eka, Sang Interpreter Corby

- detikNews
Sabtu, 28 Mei 2005 14:55 WIB
Eka, Sang Interpreter Corby
Denpasar - Seorang perempuan berparas ayu 'mencuri' perhatian media massa lantaran kerap berdampingan dengan ratu mariyuana Schapelle Leigh Corby. Dia adalah Eka, sang interpreter.Peran yang dilakoninya bak Nicole Kidman yang membintangi film layar lebar "The Interpreter". Jika di film itu Nicole Kidman menjadi interpreter dalam sidang PBB di New York AS, Eka menjadi interpreter dalam sidang kasus kepemilikan 4,2 kg mariyuana di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar Bali.Wajah Eka kerap tertangkap kamera. Walhasil, gambar perempuan berambut hitam panjang melewati bahu dengan potongan tubuh proporsional ini pun ikutan 'nangkring' di media cetak, elektronik, maupun online.Kisah perempuan bernama lengkap Eka Sulistiowati ini menjadi interpreter Corby ternyata cukup unik. Pebisnis properti yang masih muda belia ini bukanlah lulusan sastra bahasa asing dan memang tidak berprofesi sebagai interpreter.Kisahnya bermula saat Eka sedang ada urusan penting sehingga mendatangi PN Denpasar. Ternyata kedatangannya bertepatan dengan sidang perdana Corby dengan agenda pembacaan dakwaan. Eka pun penasaran dan ingin tahu sehingga mengikuti jalannya sidang.Sidang Corby memang cukup menarik perhatian publik. Maklum, warga Australia yang cantik itu mendapat simpati dan dibela habis-habisan oleh publik Australia yang yakin Corby tidak bersalah dan hanya menjadi korban sindikat barang haram.Nah, ketika sidang perdana akan dimulai, para hakim, jaksa penuntut umum, dan penasihat hukum Corby kebingungan. Sidang tidak bisa dimulai lantaran interpreter Corby sejak pemeriksaan di kepolisian terlambat datang. Mereka pun kebingungan mencari interpreter."Kebetulan saya ada di sana dan kenal dengan salah seorang penasihat hukum. Saya kemudian direkomendasikan untuk menjadi interpreter Corby. Padahal sebelumnya saya tidak pernah bekerja menjadi interpreter dalam persidangan. Jadi ini bukan profesi maupun pekerjaan saya," tutur Eka dalam perbincangannya dengan detikcom melalui telepon, Sabtu (28/5/2005).Eka pun menjadi interpreter dadakan. Namun demikian, peran Eka sebagai interpreter Corby hanya terbatas pada saat persidangan digelar. Frekuensi pertemuan Eka dengan Corby pun tidak tinggi.Eka hanya bertemu Corby pada saat persidangan. Sedangkan pertemuan pembahasan strategi antara Corby dengan pengacaranya di luar persidangan, bukan bagian dari job Eka.Nah, setiap bertemu dengan Corby dalam persidangan itulah Eka senantiasa duduk berdampingan. Tak pelak, wajah ayu Eka ada di hampir setiap gambar Corby di media massa.Lalu bagaimana rasanya menjadi 'bunga' pemberitaan sidang Corby? "Wah, saya tidak mau komentar apa pun soal itu. Saya lihat diri saya tidak penting dengan gambar saya di koran dibandingkan kasus tersebut," katanya merendah.Eka bahkan tidak tahu apakah dirinya akan terus lanjut menjadi interpreter Corby, mengingat Corby sudah mendapat vonis 20 tahun penjara dari majelis hakim."Saya tidak tahu. Saya hanya menunggu instruksi," ujarnya. Meski sudah ada vonis, sidang Corby memang masih bersambung. Pasalnya Corby maupun jaksa penuntut sama-sama mengajukan banding. Namun belum bisa dipastikan kapan sidang berlanjut.Psssttt...berapa sih gaji menjadi interpreter Corby? "Sebesar gaji Anda," kilahnya dengan nada canda. Tawa kecil pun terdengar di sela-sela suaranya yang renyah itu.Keterangan Foto:Eka sedang menenangkan Corby yang histeris setelah mendengar vonis 20 tahun penjara. (Sumber: AFP Photo) (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads