Biaya Pengobatan Korban Ledakan Pabrik Kosambi Ditanggung Jamkesda

Faiq Hidayat - detikNews
Jumat, 27 Okt 2017 12:41 WIB
Penampakan pabrik kembang api di Kosambi yang meledak dan terbakar. (Faiq Hidayat/detikcom)
Tangerang - Sekda Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan biaya pengobatan korban ledakan pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang, ditanggung pemerintah daerah. Biaya tersebut termasuk diperuntukkan buat korban yang meninggal dunia.

"Untuk korban ini, Pak Bupati sudah perintahkan kepada saya supaya korban yang meninggal atau korban yang selama ini dirawat di RS, itu ditanggung oleh pemda dalam bentuk Jamkesda," kata Maesyal di pabrik, Jalan Salembaran Raya, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (27/10/2017).


Dia mengatakan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar ingin memberikan pelayanan kesehatan secara bertahap. Terkait peristiwa yang menewaskan 47 orang ini, pihak Pemkab Tangerang akan melakukan evaluasi.

Rencananya, Pemkab Tangerang akan mengumpulkan pelaku-pelaku usaha. Dalam kesempatan tersebut, akan dibahas soal kepatuhan dan keselamatan kerja guna mencegah terulangnya peristiwa ini.


"Nah ini yang harus kita evaluasi. Supaya semua perusahaan, semua pabrik, harus memenuhi sekaligus melaksanakan kepatuhannya untuk keselamatan kerja. Ini yang nanti kami evaluasi. Supaya kejadian seperti ini tidak terulang kembali," ujarnya.

Maesyal mengatakan bangunan ini mengantongi izin pada Juli 2016. Tapi kemudian izin usaha industri ini sejak Juni 2017.


Selain 47 orang tewas, ada 46 orang yang mengalami luka-luka. Mereka dirawat di tiga RS, yakni di RSUD Tangerang, RSIA Bun, dan RS Mitra Husada.

[Gambas:Video 20detik]

(jbr/imk)