3 Karyawan Pabrik Kembang Api yang Hilang Ditemukan, 7 Masih Dicari

Faiq Hidayat - detikNews
Jumat, 27 Okt 2017 11:39 WIB
Polisi menyelidiki ledakan pabrik petasan di Kosambi. (Istimewa)
Tangerang - Dari 10 karyawan yang hilang di pabrik kembang api di Kosambi yang meledak, 3 orang sudah ditemukan. Mereka dalam kondisi selamat.

[Gambas:Video 20detik]


Pernyataan tersebut disampaikan Kapolres Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan di lokasi pabrik, Jalan Salembaran Raya, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (27/10/2017). Karyawan pertama yang ditemukan bernama Nur Yulia, lalu disusul Ridwan dan Tajidin.

"Kami pastikan kondisinya semua masih hidup," ujar Kombes Harry. Dia menerangkan ketiganya sempat datang ke pabrik dan menyelamatkan diri saat pabrik meledak serta terbakar hebat.

Kini, polisi mencari 7 orang lagi yang belum ditemukan. Proses pencarian dan olah TKP hingga pukul 11.30 WIB ini masih berlangsung. Dua saksi, Ridwan dan Tajidin, juga dihadirkan ke lokasi.
Suasana olah TKP di Pabrik Kembang Api KosambiSuasana olah TKP di pabrik kembang api Kosambi (Faiq Hidayat/detikcom)

"Masih ada beberapa karyawan pulang ke Jawa Barat dalam manifes itu. Tugas kami mencari data yang belum dapat, nanti bisa terungkap," ucap Kombes Harry.

Kombes Harry berharap warga segera melapor jika ada anggota keluarga yang hilang atau telah kembali. Pelaporan bisa dilakukan ke Polsek Teluk Naga. Ini untuk mengetahui apakah korban hilang dalam kondisi tewas atau selamat.
Suasana olah TKP di Pabrik Kembang Api KosambiSuasana olah TKP di pabrik kembang api Kosambi (Faiq Hidayat/detikcom)

"Untuk itu, kami membuka posko di Polsek Teluk Naga dan imbauan kepada keluarga apabila ada keluarga yang hidup, yang kembali ke rumah, segera sampaikan kepada kami, karena kami masih mencari 9 orang lagi, sudah kita sampaikan hotline-nya," ujarnya.
Suasana Pabrik Petasan di Kosambi yang MeledakSuasana pabrik petasan di Kosambi yang meledak. (Faiq Hidayat/detikcom)

Dari manifes tercatat, jumlah karyawan pabrik ini 103 orang. Sebanyak 47 orang tewas, 46 luka-luka, dan 28 orang masih dirawat di 3 rumah sakit. Beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.
(hri/fdn)