"Ada kecenderungan masyarakat kita sudah tidak peduli, tidak lagi sensitif," kata Musni saat dihubungi detikcom, Kamis (26/10/2017) malam.
Menurut Musni, sikap acuh dan permisif harus dihilangkan dan ditolak dengan pranata sosial. Masyarakat harus peduli dan melawan secara verbal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku, kata Musni pasti sadar dalam menonjolkan perilaku pornografi tersebut. Namun, masyarakat bersikap tidak peduli karena sikap penolakan dan melawan sudah luntur.
"Jadi ketika kita menyaksikan ada orang yang mungkin sadar, pasti sadar. Seiring dengan perkembangan masyarakat perkotaan khususnya, telah luntur penolakan kita atau sikap melawan hal-hal itu," imbuhnya.
Ia juga mengatakan pelaku adalah orang terpelajar yang mampu memilah sikap baik maupun buruk. Karena masyarakat sering mengaitkan prilaku dengan budaya dan keyakinan agama.
"Setiap yang bersifat porno itu tidak disukai oleh masyarakat. Mengapa masyarakat tidak menyukai, karena itu masyarakat mengaitkan kepada keyakinan agama mereka. Keyakinan agama ini sudah menjadi budaya," ucapnya.
(cim/nkn)











































