Misalnya di Kelurahan Jerambah Gantung, Kecamatan Gabek, Pangkalpinang. Realisasi program ini dimulai dengan pembangunan selokan sepanjang 80 meter.
Dari pantauan detikcom, Kamis (26/10/2017), posisinya di tepi jalan di kawasan Pasar Kerabut. Siang itu penggalian masih dilakukan oleh beberapa pekerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengerjaan selokan ini sekaligus sebagai upaya menertibkan pasar. Lokasi dibuatnya selokan dulunya memang sering digunakan pedagang liar untuk berjualan. Kini memang tengah disiapkan lahan baru untuk dijadikan pasar kelurahan. Diharapkan pembuatan selokan bisa selesai dalam waktu cepat.
"Seminggu selesai tergantung situasi dan cuaca," ujarnya.
Selain selokan, akan dilakukan pembangunan lainnya dari dana program Triple S. Paket-paket apa saja yang akan dibangun telah direncanakan bersama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang).
"Tim perencanaannya kita dari Musrembang tingkat RT, RW, Kecamatan. Kita tentukan sebagaimana uang ini dapatnya berapa paket," jelasnya.
Sementara itu di kelurahan-kelurahan di Kecamatan Pangkalbalam, program Triple S juga masih berlangsung.
"Kelurahan Lontong Pancur ada, seperti yang terkait saya juga dibangun sekretariat rencana pengembangan pemakaman, ada juga TPA, jalan setapak," kata Camat Pangkalbalam, Suwito Agussalim yang ditemui di tempat terpisah.
Untuk rencana tahun 2017 hingga 2018, pada 5 kelurahan di Kecamatan Pangkalbalam akan lebih banyak dibangun drainase dan jalan setapak. Seperti di Kelurahan Ketapang, rencananya akan dibuat 6 drainase dan 3 jalan setapak. (krn/asp)










































