Kiai Sepuh NU Kritik Pengelolaan PKB yang Kekeluargaan

Kiai Sepuh NU Kritik Pengelolaan PKB yang Kekeluargaan

- detikNews
Sabtu, 28 Mei 2005 12:54 WIB
Surabaya - Pengelolaan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sarat nuansa kekeluargaan menuai kritik. Ketergantungan terhadap Gus Dur dinilai makin membuat PKB jauh dari partai modern."Ke depan PKB harus profesional karena sudah tidak zamannya lagi dikelola secara kekeluargaan," ujar kiai sepuh NU, KH Idris Marzuki, saat membuka Munas Alim Ulama dan Mukernas PKB kubu Alwi Shihab di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Sabtu (28/5/2005).Sindiran ini tentu saja ditujukan ke PKB kubu Muhaimin Iskandar. Dalam struktur DPP PKB hasil Muktamar II Semarang memang ada beberapa nama yang memiliki hubungan saudara. Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar adalah keponakan dari Gus Dur. Dan Wasekjen Yenny Zannuba adalah putri Gus Dur yang nota bene menjabat Ketua Dewan Syuro PKB."Partai ini harus menjadi rumah yang indah, sejuk, nyaman dan tenteram bagi umat dan tidak lagi membuat bingung," tambah Gus Idris.Pemimpin Ponpes Lirboyo Kediri ini menambahkan, keterlibatan ulama dalam kegiatan hanya sebatas tanggung jawab moral memperbaiki PKB. "Jika campur tangan ulama mendandani partai selesai, maka ulama akan kembali ke dunia sehari yakni pengajian, pendidikan dan mengelola pesantren," tegasnya.Gus Idris yang juga menjadi penanggung jawab kegiatan ini membantah tudingan ulama mencari posisi dalam PKB. "Kami tidak punya ambisi untuk mengejar jabatan atau pun menginginkan anggaran per bulan," tandasnya.Usai dibuka, kegiatan Munas Alim Ulama dan Mukernas ini baru akan digelar kembali pada pukul 19.00 WIB. Agendanya yakni rapat komisi-komisi. Penutupan acara ini dijadwalkan berlangsung Sabtu besok (29/5/2005), yang akan mengeluarkan sejumlah rekomendasi termasuk rencana pelaksanaan Muktamar. (ton/)


Berita Terkait