JK Minta Anies-Sandi Belajar dari Turki soal Pengelolaan Selokan

JK Minta Anies-Sandi Belajar dari Turki soal Pengelolaan Selokan

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Kamis, 26 Okt 2017 15:39 WIB
JK Minta Anies-Sandi Belajar dari Turki soal Pengelolaan Selokan
Wapres JK (Sys Milla/Media Wapres)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menerima Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno. JK fokus memberikan nasihat soal perbaikan drainase untuk mengatasi banjir.

"Pokoknya fokuslah dulu bagaimana mengatasi kemacetan, mengatasi kebersihan, mengatasi banjir. Kemudian menata sesuai dengan janji kampanyenya," ujar JK di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (26/10/2017).

JK juga sempat memberikan foto-foto drainase Kota Istanbul, Turki. Hal itu ia lakukan agar DKI dapat mencontoh pembuatan drainase kota itu untuk mencegah banjir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya itu, JK juga menyarankan Pemda DKI berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dalam hal penghijauan dan pembuatan embung.

"Kedua, mengatasi selokannya itu harus bersih. Tidak boleh ada selokan permanen dibeton. Oleh karena itu, di mana-mana juga di sini sebenarnya sudah ada. Saya lihat d Turki itu semua selokan berlubang dan bisa diangkat. sehingga semua orang harus bertanggung jawab membersihkan selokan depan rumahnya. Itu akan memperlancar air. Kalau tidak nanti musim hujan baru digali, bagaimana?" terangnya.

Berdasarkan pengalaman dari kunjungan JK ke Turki yang dibagikan kepada Anies-Sandi, pihak yang wajib membersihkan selokan adalah pemilik rumah yang tinggal di depan saluran air.

"Itulah saya bilang, semua selokan harus bisa diangkat. Dan kalau ada air masuk ya saya bilang ini seluruh Istanbul sudah begini, semua tidak ada selokan permanen kayak kita, ruko-ruko itu, harus ada lubangnya," ucapnya.

Khusus soal kemacetan Jakarta, JK menyarankan ada kampanye penggunaan kendaraan pribadi dan memperbanyak angkutan umum.

"Syaratnya juga harus ada angkutan umum, jadi dilanjutkan MRT, LRT, busway. Itu saja solusinya, tidak ada solusi lainnya," ujarnya. (fiq/fjp)


Berita Terkait