"YF ini salah satu anggota dari kelompok itu. Dia merancang dan membuat. Dia belajar langsung dari blog Bahrun Naim. Teroris AG (Agus Wiguna) juga belajar bom panci melalui Y. Jadi dia ahli membuat (bom)," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus di sela rekonstruksi di kontrakan AG di Jajaway, Antapani, Bandung, Kamis (26/10/2017).
Yusri mengatakan YF-lah yang mencari bahan-bahan kimia untuk dijadikan bom. Ditolak di toko kimia, YF membeli via online lewat situs jual-beli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain bahan kimia, YF membeli kain khusus untuk lampu petromaks di Pasar Baru Bandung. Kain itu untuk mengecek bahan bom yang telah ia buat.
"Bahan itu untuk diuji coba. Jadi dia berandai kain itu seperti kulit manusia. Ketika dicampurkan ke dalam situ (bom kimia), dia melihat seberapa cepat hancurnya dan sampai mana batasnya. Apakah harus ditambah," tandasnya.
Rencananya, bom yang telah jadi itu akan diledakkan di Istana Negara pada Agustus lalu. Namun tim Densus 88 Antiteror dengan cepat dapat meringkus YF di kontrakannya.
Selain YF, Densus meringkus 4 orang lainnya, yaitu SH, R, serta pasangan suami istri (pasutri) AR dan AK.
Peragakan 12 Adegan
Sebanyak 12 adegan diperagakan terduga teroris saat rekonstruksi di Kota Bandung. Mereka melakoni reka ulang, mulai perencanaan hingga pembuatan bom.
"Totalnya ada 12 adegan, semuanya mulai dari merencanakan sampai terakhir," ucap Yusri.
Yusri mengatakan rekonstruksi ini merupakan salah satu rangkaian penyidikan. Penyidik menuangkan berdasarkan hasil berita acara pemeriksaan (BAP) para pelaku.
"Ini untuk menguatkan apa yang ada di BAP. Setelah lengkap, nanti berkas akan kita serahkan ke JPU," kata Yusri. (fjp/fjp)











































