DetikNews
Kamis 26 Oktober 2017, 14:38 WIB

Mantapnya Niat Jenderal Tito Jadi Pengajar Pascapensiun

Audrey Santoso - detikNews
Mantapnya Niat Jenderal Tito Jadi Pengajar Pascapensiun Tito Karnavian (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Setelah acara pengukuhan guru besar STIK, Jenderal Tito Karnavian mengatakan keinginannya menjadi pengajar antiterorisme di luar negeri.

"Dalam rangka nanti siap-siap kalau sudah pensiun karena saya suka di bidang pendidikan perlu dari sana kemari, sehingga saya bisa menjadi pengajar, baik di dalam negeri, dan utamanya saya pengen jadi pengajar di luar negeri supaya saya memiliki jangkauan global tidak hanya sekadar jangkauan domestik ke dalam negeri saja," ujar Jenderal Tito seusai acara di auditorium STIK, Jl Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta selatan, Kamis (26/10/2017).

Tito mengatakan juga bahwa menjadi pengajar luar negeri adalah obsesinya agar mempunyai jangkauan global tidak sekadar jangkauan dalam negeri.

"Ini siap-siap kalau sudah pensiun karena saya suka di bidang pendidikan, tanpa perlu lari ke sana-kemari, saya bisa jadi pengajar baik di dalam negeri dan lebih utama saya obsesinya jadi pengajar di luar negeri serta jadi peneliti di luar negeri, karena supaya saya punya jangkauan global tidak hanya sekadar jangkauan dalam negeri saja," papar Tito.

Saat ditanya apakah akan berkecimpung di dunia politik, Tito mengatakan belum terpikir karena, menurutnya, dunia politikus banyak aksi sikut-sikutan.

"Sampai hari ini saya belum tertarik, dunia politik dunia yang banyak sikut-sikutan, dunia yang sangat ribut, belum lagi kalau di birokrasi gajinya tidak jelas segala macam, potensi kita untuk korupsi juga tinggi, apalagi yang dicari dalam hidup ini ya dalam hidup ini selain pengabdian," tegasnya.

Menurutnya, menjadi pengajar di tingkat internasional di bidang terorisme adalah obsesi tertingginya karena ia memiliki pengalaman dan pengetahuan sistematis dari keakademisan berdasarkan pengalamannya.

"Keinginan saya obsesi saya jadi pengajar di tingkat internasional karena kebetulan saya di bidang terorisme ini adalah saya akademisi sekaligus praktisi, jadi saya pikir saya memiliki pengalaman pengetahuan sistematis dan keakademisan tapi memiliki pengetahuan di bidang empirik itu berdasarkan pengalaman," imbuhnya
(aud/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed