DetikNews
Kamis 26 Oktober 2017, 14:21 WIB

Kapolri: Sukses Berantas Korupsi Tak Dihitung dari Jumlah OTT

Audrey Santoso - detikNews
Kapolri: Sukses Berantas Korupsi Tak Dihitung dari Jumlah OTT Kapolri Tito Karnavian (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan kesuksesan sebuah instansi memberantas korupsi bukan dari banyaknya jumlah operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan. Tito menilai hal utama dalam pemberantasan korupsi adalah upaya pencegahan.

"Kalau korupsi bisa menurun jauh, seperti misalnya di Georgia, Ukraina, baru kita sukses. Kesuksesan itu dihitung bukan dari jumlah OTT, jumlah penangkapan, tidak," tegas Tito setelah dikukuhkan sebagai guru besar STIK/PTIK di auditorium STIK/PTIK, Jalan Tirtayasa, Kamis (26/10/2017).

Tito menjelaskan adanya prinsip 'keep them out of jail' dalam penanganan kejahatan. Yang dia artikan, langkah pencegahan adalah hal yang pertama dan utama dalam menangani tindak kriminal.

"Kita harus ingat prinsip lama dalam penanganan kejahatan 'keep them out of jail'. Keep tahu kan? K-e-e-p, 'keep them out of jail'. Ada yang tahu maksudnya? Biarkan mereka di luar penjara. Maksudnya apa? Cegah mereka jangan sampai masuk penjara karena berbuat kejahatan," jelas Tito.

Pencegahan yang dapat dilakukan, masih kata Tito, adalah memperbaiki sistem birokrasi. Tito tak setuju bila pemberantasan kejahatan, dalam hal ini konteksnya adalah korupsi, dilakukan dengan cara menangkap koruptor sebanyak-banyaknya.

"Artinya, pencegahan sangat penting, memperbaiki sistem sangat penting itu yang harus masif. Jangan dibalik jadi 'put them into the jail'. Jangan tangkap sebanyak-banyaknya masuk ke dalam penjara," tandas dia.

Budaya pemberantasan korupsi yang seperti itu, menurutnya, akan menimbulkan hawa ketakutan dalam birokrasi. "Ini justru bisa membuat terjadinya ketakutan dalam birokrasi," ucap dia.
(aud/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed