Langgar Perda Syariat, Pemotor Bercelana Pendek Diberi Sarung

Langgar Perda Syariat, Pemotor Bercelana Pendek Diberi Sarung

Agus Setyadi - detikNews
Kamis, 26 Okt 2017 12:59 WIB
Langgar Perda Syariat, Pemotor Bercelana Pendek Diberi Sarung
Pemotor yang melanggar syriat Islam dibina (agus/detikcom)
Aceh - Puluhan wanita dan pria di Banda Aceh terjaring razia syariat Islam yang digelar petugas polisi syariah (Wilayatul Hisbah). Mereka yang diberhentikan petugas diberi nasihat dan kemudian 'dihadiahi' kain sarung atau jilbab.

Pantauan detikcom, razia syariat Islam ini digelar di depan Taman Budaya di Jalan Teuku Umar, Banda Aceh, Kamis (26/10/2017). Personel polisi syariah dibantu polisi dan Polisi Militer (PM) memberhentikan pengguna jalan yang berpakaian tidak sesuai syariat Islam. Di sana, juga dipasang plang pengumuman adanya razia.
Langgar Perda Syariat, Pemotor Bercelana Pendek Diberi Sarung

Mereka yang terjaring selanjutnya diarahkan ke sebuah pos di halaman Taman Budaya. Di sana, mereka dicatat identitas dan dinasehati. Rata-rata pelanggar yang terjaring ini di antaranya perempuan berpakaian ketat dan pria bercelana pendek. Saat dibina, antara laki-laki dan perempuan ini dipisah.

Plt Kasi Operasi dan Pengawasan Syariat Islam Satpol PP-WH Aceh, Nasrul Miadi, mengatakan, dalam razia hari ini banyak terjaring pria yang berpakaian tidak sesuai dengan syariat Islam. Hal ini terlihat dari adanya trend laki-laki bercelana pendek.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada gejala baru memang di masyarakat kita gaya kebarat-baratan. Budaya seperti itu melanggar syariat Islam," kata Nasrul kepada wartawan di sela-sela razia.
Langgar Perda Syariat, Pemotor Bercelana Pendek Diberi Sarung

Menurutnya, dalam aturan syariat Islam baik pria dan wanita beragama muslim agar menggunakan pakaian Islami. Terlebih saat berada di tempat umum. Sementara untuk nonmuslim harus menghormati aturan yang berlaku di Tanah Rencong.

Dalam razia tersebut, ada sekitar 34 orang yang terjaring. Jumlah ini, kata Nasrul, mengalami penurunan dibandingkan saat razia-razia sebelumnya di lokasi yang sama.

"Kita bagi kain sarung atau jilbab ini sebagai salah satu bentuk untuk menyentuh agar para pelanggar ini sadar dan dapat berpakaian sesuai syariat," jelas Nasrul.

[Gambas:Video 20detik]

(asp/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads