Sejak menjabat, Wali Kota Pangkalpinang M Irwansyah dan wakilnya M Sofyan mewujudkan program Satu Miliar Satu Kelurahan (Samisake), atau yang kerap disebut Sasaran Sekawan Sejahtera (Triple S).
Kucuran Rp 1 miliar itu di luar anggaran dana rutin yang berasal APBD. Seluruh lurah dan camat pun telah diberikan sosialisasi mengenai program ini sejak akhir 2014 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Program ini menjawab permasalahan apa yang dibutuhkan oleh warga terhadap pembangunan yang agak pelosok, yang selama ini belum pernah tersentuh," tutur Khotaman.
"Ada usulan yang sudah hampir 10 tahun belum terealisasi langsung terjawab," imbuhnya.
Sejumlah pembangunan yang telah terlaksana dari Triple S antara lain jalan setapak dan drainase. Warga kelurahan pun menyambut baik program ini. Diharapkan lebih banyak lagi infrastruktur yang bisa dikembangkan.
"Secara bertahap ke depan kalau bisa lebih banyak," kata Khotaman.
Selain Triple S, pemerintah setempat juga tengah merealisasikan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), yang diinisiasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kawasan kumuh dibenahi sehingga kualitas hidup masyarakat pun dapat meningkat.
Ada sejumlah kawasan di Pangkalpinang yang masuk dalam program Kotaku, seperti sejumlah kelurahan di Kecamatan Rangkui. Soal apa saja yang akan dikembangkan selalu didiskusikan dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang), agar tidak bersinggungan dengan Triple S.
"Kita selalu bersinergi dengan kawan-kawan di Kotaku. Kita berdampingan jangan sampai tumpang tindih. Di Musrembang selalu kita hadirkan," ucap Camat Gabek, Haris Munandar. (krn/asp)











































