Helikopter TNI AU yang Dicoret Tiga Pemuda Iseng Dicat Ulang

Helikopter TNI AU yang Dicoret Tiga Pemuda Iseng Dicat Ulang

Ray Jordan - detikNews
Kamis, 26 Okt 2017 08:10 WIB
Foto: Dok. Dispen TNI AU
Jakarta - Sebuah tugu helikopter milik TNI AU di Landasan Udara (Lanud) Atang Senjaya, Bogor, Jawa Barat, dicoret oleh 3 pemuda tak bertanggung jawab. Kini pihak TNI AU sudah membersihkan dan mengecat ulang helikopter tersebut.

"Pukul 08.00 WIB hari Selasa (24/10) itu juga, pesawat Twin Pac dicat ulang bagian yang dicoret sehingga sudah kembali seperti semula," kata Kadispen TNI AU Marsekal Pertama TNI Jemi Trisonjaya kepada detikcom, Kamis (26/10/2017).

Sebelumnya diberitakan, tugu helikopter di Lanud Atang Senjaya dicoret oleh 3 pemuda. Para pelaku langsung ditangkap.
Helikopter TNI AU yang Dicoret Tiga Pemuda Iseng Dicat UlangFoto: Dok. Dispen TNI AU

Informasi yang dihimpun detikcom dari akun Twitter TNI AU, @_TNIAU, Rabu (25/10/2017), aksi vandalisme itu dilakukan oleh 3 pemuda pada Selasa (24/10) malam. Dari foto yang diunggah @_TNIAU, terlihat badan hingga ekor helikopter dicoret menggunakan cat semprot warna putih. Akun tersebut juga mengimbau untuk tidak mencontoh perbuatan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemuda iseng, yang tidak punya tanggung jawab serta rasa memiliki atas barang negara yang dilestarikan, jangan dicontoh!!!," tulis akun tersebut.
Proses pembersihan dan pengecatan ulang oleh TNI AU.Proses pembersihan dan pengecatan ulang oleh TNI AU. Foto: Dok. Dispen TNI AU

"Tugu tersebut terletak di pinggir jalan raya, di mana masyarakat umum melewatinya. Aksi yang sangat tidak terpuji ini dilakukan pada malam hari," lanjutnya.

Pihak TNI AU langsung mencari tahu pelaku pencoretan aset negara tersebut. Setelah diketahui, ketiga pelaku langsung dijemput oleh Polisi Militer Angkatan Udara (POMAU) didampingi pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Penanganan sudah sesuai hukum yang berlaku. Penjemputan oleh POMAU didampingi pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku (pidana)," demikian cuitan akun tersebut.

Akun tersebut juga menampilkan foto ketiga pelaku tanpa mensensor bagian wajahnya. Admin akun tersebut menjawab pertanyaan warganet terkait sensor itu.

Keputusan untuk tidak mensensor wajah pelaku agar menimbulkan efek jera bagi ketiga pelaku. "Awalnya mau diblur, tapi ini efek jera untuk yang coba-coba iseng kebablasan, apalagi menyangkut alutsista yang memiliki nilai historis tinggi," tuturnya. (jor/bar)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads