Apresiasi Munas Kedaulatan Indonesia, Anies: Jadi Pegangan Berbangsa

Apresiasi Munas Kedaulatan Indonesia, Anies: Jadi Pegangan Berbangsa

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Rabu, 25 Okt 2017 21:52 WIB
Apresiasi Munas Kedaulatan Indonesia, Anies: Jadi Pegangan Berbangsa
Foto: Marlinda/detikcom
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengapresiasi digelarnya Munas Kedaulatan (Bangsa) Indonesia. Ia mengharapkan gelaran Munas Kedaulatan (Bangsa) Indonesia dapat menjadi pegangan baru dalam berbangsa serta dapat menaikkan kedaulatan bangsa.

"Terima kasih karena berkumpul di sini memungut kembali gagasan. Insyaallah bisa menjadi pegangan yang baru dalam berbangsa dan bisa menaikkan kedaulatan bangsa," kata Anies saat menyambut peserta Munas Kedaulatan (Bangsa) Indonesia di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (25/10/2017).

Anies juga mengharapkan para peserta Munas, yang merupakan utusan dari berbagai kampus di seluruh Indonesia, meneruskan apa yang telah dibangun oleh para pendiri bangsa. Kemudian melanjutkan gagasan kedaulatan kepada anak dan cucu.
Apresiasi Munas Kedaulatan Indonesia, Anies: Jadi Pegangan BerbangsaFoto: Marlinda/detikcom

"Mari lanjutkan tradisi itu. Dan tinggalkan nanti pada anak-anak kita, cucu-cucu kita gagasan sebagaimana pendiri republik ini membangun," ujar Anies.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Munas dengan tema 'Kedaulatan Indonesia: Menyongsong Seabad Kemerdekaan' ini digagas oleh Institut Harkat Negeri (IHN) dan bekerja sama dengan kalangan akademisi. Tujuannya menghimpun pemikiran untuk memperbaiki dan memikirkan arah bangsa Indonesia.

"IHN bersama sejumlah kampus berdiskusi untuk menghimpun berbagai pemikiran, kemudian membaca dan sambil memperbaiki yang buruk di masa lalu dan apa yang perlu ditata ke depan. Niat kita iuran untuk memikirkan bangsa ini ke depan," ujar Ketua IHN Sudirman Said.

Sudirman mengungkapkan Munas dilatarbelakangi adanya kecenderungan kuat bahwa saat ini pengelolaan negara semakin dominan kalender pemilu, bukan kalender kehidupan bangsa. Akibatnya, banyak masyarakat yang berpikir secara pragmatis dan jangka pendek.

"Kita menangkap satu pesan bahwa ada kecenderungan kuat negara ini dikelola makin dominan kalender pemilu, bukan kalender kehidupan bangsa, sehingga berpikir jangka pendek, begitu pragmatis. Kemudian melupakan perjalanan jauh dari republik kita. Karena itu, perlu ada masyarakat yang berhimpun duduk bersama untuk memikirkan arah masa depan yang jauh," tutur Sudirman.

Munas akan digelar pada 26-27 Oktober. Besok Munas akan dibuka oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden di Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.

Erwin Aksa Hadiri Munas Kedaulatan Bangsa

Pengusaha Erwin Aksa tampak ikut menghadiri acara penyambutan peserta Munas Kedaulatan Bangsa oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang digelar di Balai Kota DKI Jakarta. Erwin mengaku datang untuk memenuhi undangan dari Ketua Institut Harkat Nasional, Sudirman Said.

"Iya undangan, diundang sama Pak Dirman," tuturnya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (25/10).

Sudirman Said membenarkan kedatangan Erwin di acara itu hanya sebagai undangan umum.

"Ya ini untuk umum," kata mantan Ketua Tim Sinkronisasi Anies-Sandi.

Pantauan di lokasi, Anies tampak berbincang dengan Erwin Aksa. Anies mengungkapkan, perbincangan dengan Erwin hanya sebatas perbincangan biasa.

"Ngobrol biasa. Baru pulang umrah," ujar Anies singkat.

(jor/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads