Bupati Lampung Selatan Minta Maaf soal Pidato Sindir Said Aqil

Bupati Lampung Selatan Minta Maaf soal Pidato Sindir Said Aqil

Niken Purnamasari - detikNews
Rabu, 25 Okt 2017 19:06 WIB
Bupati Lampung Selatan Minta Maaf soal Pidato Sindir Said Aqil
Foto: dok. Facebook
Jakarta - Pidato Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan yang menyinggung nama Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj menuai polemik. Atas kejadian itu, Zainudin menyampaikan permohonan maaf kepada Said Aqil dan keluarga besar Nahdlatul Ulama.

Permohonan maaf itu disampaikan setelah Zainudin bertemu dengan para ulama dan tokoh NU. Ia juga didampingi oleh Ketua PCNU Lampung KH Nur Mahfudz di kantor Bupati Lampung Selatan.

"Manusia tempatnya salah dan khilaf, bukan karena diminta atau disuruh, tetapi datang dari lubuk hati yang paling dalam, karena kita sebagai manusia diciptakan dari tanah, bukanlah benar dan baik segalanya-galanya, apalagi sekadar bupati," ujar Zainudin dikutip detikcom dari situs Pemkab Lampung Selatan, Rabu (25/10/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Zainudin mengatakan tidak memiliki niat merendahkan maupun menyinggung perasaan. Dia juga menyebut tidak memiliki tujuan menebar ujaran kebencian.

"Dari lubuk hati yang paling dalam, saya memohon maaf kepada seluruh pimpinan NU dari yang pusat sampai yang paling bawah dan kepada seluruh warga masyarakat NU, khususnya pondok-pondok pesantren, saya memohon maaf dari lubuk hati yang terdalam, tidak ada maksud untuk menebarkan ujaran kebencian dan mengganggu warga masyarakat NU," jelasnya.

Sebelumnya, di salah satu isi pidato, Zainudin menyayangkan terjadinya pengkotak-kotakan di antara umat Islam. Selain itu, sikap Said Aqil sebagai pimpinan yang menyinggung tampilan jenggot juga disebut Zainudin tidak pantas.

"Terasa Islam akhir-akhir ini terjadi pengkotak-kotakan. Di sini ada forum, pondok pesantren se-Lampung Selatan. Ini pertanda yang kurang baik. Tidak kompak sesama muslim. Kenapa? Karena pimpinan tertinggi NU di pusat suka ngehantem sana-sini. Ini saya minta NU Lampung Selatan harus berani mendobrak. Saya lihat kiainya Ponpes Bi'rul Huda, Kalianda, pakai sorban dan berjenggot. Saya lihat juga itu di belakang nomor 1 NU mandiri, di belakang pimpinan NU Lampung Selatan. Inilah pendiri NU yang pakai sorban dan jenggot," sebut Zainudin.

Menanggapi viralnya video pidato Bupati Lampung Selatan itu, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini mengatakan tidak patut seorang pemimpin daerah menyampaikan pidato bernada provokatif. Helmy menilai ucapan Zainudin sudah melampaui batas.

"Tidak etis seorang bupati yang hadir di acara Hari Santri berbicara demikian. Seharusnya bicara soal sejarah yang harus diteladani saat ini seperti apa. Malah bicara seperti itu. Kenapa pemilihan diksinya kalimat yang provokatif? Itu sudah melampaui batas," ujar Helmy dalam pesan kepada detikcom, Rabu (25/10/2017). (nkn/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads