"LW pekerjaan mahasiswa dan berdagang baju via online. Melanie bekerja online shop baju muslim," jelas Anjak Madya Divisi Humas Polri, Kombes Sulistyo Pudjo Hartono, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (25/10/2017).
Pudjo tak menjelaskan pekerjaan deportan berinisial MH. Pudjo kemudian mengatakan pihaknya menduga MH, LW dan Melanie diduga berkomunikasi seputar ISIS dan keberangkatan mereka ke Suriah melalui media sosial Instagram dan Telegram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu WNI berinisal SY, yang dideportasi Otoritas Turki karena kasus yang sama, berprofesi sales alat tulis keliling. Kemudian MAH alias HS berkerja sebagai penjual air galon.
"Bayangkan, demi mengikuti ISIS, sales pun berhijrah," ucap Pudjo.
Diberitakan sebelumnya, para deportan dikembalikan ke Indonesia karena hendak masuk Suriah, melalui Turki. Kelimanya dideportasi pada Senin, 16 Oktober lalu dan tiba di Tanah Air pada Selasa 17 Oktober 2017. (aud/ams)










































