"Yang pertama (berinisial) MH, yang kedua saudara LW, ketiga Melanie," kata Anjak Madya Divisi Humas Polri, Kombes Sulistyo Pudjo Hartono, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (25/10/2017).
Ketiganya masih dalam pemeriksaan oleh Densus 88 Antiteror. Pudjo mengatakan ketiganya mengaku berangkat menggunakan dana pribadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada polisi, ketiganya mengaku ingin hijrah ke Suriah karena termotivasi bergabung dengan ISIS. "Kemudian motivasi mereka hijrah, ketiganya hendak bergabung (ISIS)," sambung Pudjo.
Sementara itu, 2 WNI lagi yang terkena deportasi oleh Otoritas Turki berinisial SY dan MAH alias HS. Berdasarkan keterangan SY kepada polisi, motivasinya pergi ke Suriah adalah untuk memberi bantuan kemanusiaan dan berjihad.
Sementara MAH, lanjut Pudjo, mengaku sudah dua kali pergi ke Suriah. Dalam dua kali kepergiannya, MAH pernah ikut pelatihan militer di sana.
"Kemudian deportan keempat berinisial SY, motivasi hijrah untuk memberi bantuan kemanusiaan dan berjihad. Kemudian deportan kelima MAH alias HS, yang bersangkutan bilang pernah mengikuti pelatihan laskar, berarti pernah ikut latihan persenjataan," jelas Pudjo.
Baik SY maupun MAH, berangkat ke Suriah dengan didanai orang lain. "Kita sudah kantongi nama pendana, tapi belum bisa kita rilis," imbuh Pudjo.
Kelimanya dideportasi pada Senin, 16 Oktober lalu dan tiba di Tanah Air pada Selasa 17 Oktober 2017. (aud/ams)










































