Dugaan Pencabulan, Maulana Sering Main ke Rumah Santrinya

Dugaan Pencabulan, Maulana Sering Main ke Rumah Santrinya

- detikNews
Jumat, 27 Mei 2005 21:41 WIB
Bekasi - Ustad Muhammad Maulana Amirullah, yang diduga mencabuli empat santriwati, memang sering main ke rumah korbannya itu. Alasan datang ke rumah tersebut untuk mengajarkan agama Islam.Hal ini diungkapkan Kardi, seorang santri di Majelis At-Tadzir Al-Musyarofah yang dipimpin Maulana. Kardi adalah satu-satunya santri yang warga setempat. Rumahnya terletak di belakang Majelis Al-Musyarofah di Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Mustika Jaya, Bekasi.Dari data yang dikumpulkan detikcom, Ustad Maulana (33) diduga melakukan perbuatan asusila terhadap empat orang mantan santrinya, yakni S, E, N, dan I. Keempat korban masih satu keluarga dan tinggal di rumah yang sama. S adalah ibu dari E dan N, sedang I adalah menantu S.Menurut Kardi, keempat wanita itu merupakan warga baru di Pedurenan, yakni baru mulai sekitar tujuh bulan lalu. Tempat tinggalnya pun hanya berjarak seratus meter dari pondok Al Musyarofah. "Sehingga karena mendapatkan tetangga baru Ustad Maulana sering main. Beliau datang untuk mengajarkan agama Islam sehingga keempatnya tertarik dan masuk ke jamaahnya," ujar Kardi.Sedang mengenai dugaan pencabulan yang dilakukan Maulana terhadap keempat wanita itu, Kardi mengaku tidak tahu. "Saya tidak tahu," kata Kardi saat ditemui detikcom di rumahnya, Jumat (27/5/2005) petang.Bukan Ajaran SesatDalam kesempatan itu Kardi juga membantah kalau pengajian yang digelar Ustad Maulana beraliran sesat. Menurut dia, apa yang diajarkan Syech Maulana itu sama dengan yang lain. "Seperti salat kita juga menghadap kiblat," tuturnya.Diakuinya setiap malam Jumat, yakni sehabis salat Isya, jamaah diwajibkan untuk melaksanakan salat taubat dan salat tasbih. Lalu jamaah disuruh zikir sampai 23.00 WIB. Selama zilir yang diucapkan hanya Laa Ilaaha Illallah. "Jadi tidak ada yang sesat," katanya.Kardi juga membantah kalau sebelum salat para santri diperintahkan membayangkan wajah Ustad Maulana yang sering dipanggil Syech oleh para santrinya. "Kita salat biasa saja seperti orang lain."Menurut Kardi, kelompoknya mungkin dianggap sesat karena model berpakaiannya. Yakni yang pria mengenakan jubah warna putih dan sorban, sedang wanitanya dianjurkan menggunakan cadar."Mungkin kita dianggap sesat karena pakaian kita dan dari ciri-ciri fisik kita," kata Kardi sambil meminta agar masalah pribadi Ustad Maulana, yang kini ditahan di Polres Bekasi karena dugaan kasus pencabulan, tidak dikaitkan dengan ajaran agama yang diajarkannya. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads