Anies: Menata Kampung Kumuh Bukan Kampungnya yang Dihilangkan

Anies: Menata Kampung Kumuh Bukan Kampungnya yang Dihilangkan

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Rabu, 25 Okt 2017 13:48 WIB
Anies: Menata Kampung Kumuh Bukan Kampungnya yang Dihilangkan
Foto: Agus Suparto/Setpres
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno berbincang dengan Presiden Jokowi soal penataan permukiman kumuh. Namun Anies menampik bila dikatakan penataan itu dilakukan dengan menghilangkan permukimannya.

"Yang nomor satu adalah bahwa penataan kampung kumuh itu bukan kampungnya yang dihilangkan. Tapi kumuhnya yang dihilangkan. Jadi kampungnya bisa tetap hidup. Ditata ulang, ditata ulang itu artinya ada konsolidasi lahan, kemudian ada pembangunan rumah yang harus dibuat vertikal sehingga lahan itu masih bisa dipakai," tutur Anies setelah bertemu Jokowi di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2017).


Anies menjamin warga akan tetap tinggal di sekitar wilayah itu. Namun dia tak membantah ketika ditanya soal relokasi warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebentar, ini selalu sensitif, kenapa? Karena begitu dengar pindah, 3 meter pun pindah, 1 km, 30 km pindah. Tapi intinya bagaimana mereka tetap bisa memiliki penghidupan. Jadi tiap-tiap tempat pasti beda-beda. Tidak ada satu rumus untuk semua," kata Anies.

Sandiaga, yang mendampingi Anies, pun mengangguk. Anies lalu menambahkan keberhasilan penataan lahan kumuh adalah ketika lingkungan tersebut lebih tertata.

"Tujuannya bukan bangunannya yang ditata, tujuannya adalah supaya warga hidup lebih sehat, sejahtera, karena itu kampungnya ditata," imbuh dia.

Dia menjanjikan adanya pilot project untuk penataan kampung kumuh. Namun Anies enggan membeberkan lokasinya.

[Gambas:Video 20detik]

(bpn/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads