Heboh Kasus Sodomi di Pekanbaru

Heboh Kasus Sodomi di Pekanbaru

- detikNews
Jumat, 27 Mei 2005 18:00 WIB
Jakarta - Sejumlah ibu rumah tangga mulai panik gara-gara kasus sodomi yang terjadi di Pekanbaru. Ini menyusul ditemukannya dua mayat pelajar SD yang diduga disodomi sebelum dibunuh. Dua bulan sebelumnya pihak kepolisian juga menemukan 4 korban sodomi. Mengerikan!"Kita benar-benar takut atas pemberitaan media massa adanya kasus sodomi sekaligus pembunuhan terhadap anak-anak. Apalagi sampai saat ini pihak kepolisian belum juga berhasil menangkap pelakunya," kata Ny Erna Echayati salah seoarang warga di Jl Tengku Umar, Pekanbaru, Jumat (27/5/2005).Ibu tiga orang anak itu mengaku, dengan belum tertangkapnya pelaku sodomi itu, dalam sebulan terakhir ini dia mesti menunggui dua anaknya yang masih duduk di bangku SD. Dia khawatir, bila tidak ditunggu saat pulang sekolah, akan menjadi sasaran para pelaku sodomi itu."Saban hari saya bersama ibu-ibu lainnya kini mesti menunggu anak kami saat pulang sekolah. Kami khawatir, anak-anak kami menjadi sasaran sodomi dan pembunuhan berikutnya," kata Erna.Kapoltabes Pekanbaru AKBP Elan Subilan, Jumat (27/05/2005) di Aula Brimob Jl KH Ahmad Dahlan, Pekanbaru, menegaskan akan memprioritaskan penanganan kasus tersebut. Kapoltabes mengaku telah mendapat laporan atas penemuan sejumlah bocah SD yang diduga tewas akibat Sodomi. "Kasus sodomi ini kita akan prioritaskan. Kita berharap semua pihak dapat membantu pihak kepolisian. Dan mohon maaf, saya belum bisa berkomentar banyak," kata Kapoltabes yang baru saja dilantik ini.Dua bulan terakhir, Pekanbaru dihebohkan dengan penemuan mayat mayat pelajar SD yang diduga menjadi korban Sodomi. Korban terakhir adalah dua bocah usia tujuh tahun, siswa kelas 1 SDN 039 Delima, Tampan, yang masing masing bernama Syaiful dan Ibrahim. Dia ditemukan di semak-semak tidak jauh dari lapangan di sekitar perumahan, pada Kamis (26/5/2005) kemarin. Saat ini, seorang siswa SD 033 Rawabening yang bernama Irzan, masih dikabarkan hilang selepas pulang sekolah beberapa waktu lalu. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads