Publik Australia Geram, Tidak Mau Lagi Berlibur ke Bali

Publik Australia Geram, Tidak Mau Lagi Berlibur ke Bali

- detikNews
Jumat, 27 Mei 2005 17:14 WIB
Jakarta - Publik Australia geram dengan vonis 20 tahun penjara yang dijatuhkan bagi Schapelle Corby. Bahkan beberapa warga Australia mengancam akan memboikot produk-produk Indonesia dan tidak mau lagi berlibur ke Bali.Jaringan-jaringan televisi Australia menyiarkan secara langsung persidangan kasus Corby di PN Denpasar, Bali, hari Jumat ini. Corby yang menangis usai mendengarkan vonis hakim mendapat sorotan kamera secara close up. Sebagian besar warga Australia yakin bahwa terdakwa kasus mariyuana 4,2 kg itu tidak bersalah. Itu setidaknya tergambar dari sejumlah hasil poling lokal yang menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen warga Australia menganggap Corby hanyalah korban sindikat narkoba.Maka bisa dibayangkan ketika vonis penjara itu diumumkan hakim, masyarakat Australia pun geram. Senator ternama Australia, Bob Brown bahkan menggalang aksi protes di luar gedung Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Canberra. Demikian seperti diberitakan AFP, Jumat (27/5/2005).Kemarahan warga Australia juga terlihat dalam acara bincang-bincang yang digelar radio-radio lokal. Jaringan telepon dipenuhi para pendengar acara yang ingin mengungkapkan kekesalannya atas vonis itu. Salah satunya, penelepon yang menyebut dirinya John asal Sydney, mencetuskan bahwa Corby merupakan korban peradilan yang kejam. "Saya baru saja menelepon biro perjalanan saya dan mengubah rencana liburan saya dari Bali menjadi Fiji. Bahkan jika saya bisa meminta kembali uang yang telah saya berikan untuk korban tsunami, saya akan melakukannya," cetus John kesal.Seorang penelepon lainnya, Darryl, mengatakan bahwa Australia seharusnya tidak memberikan bantuan kepada negara yang memenjarakan Corby. Wah! (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads