"Semua jajaran Gerindra tak satupun yang tidak meminta Pak Prabowo maju. Kader Gerindra menyebut hanya Prabowo Subianto, kami semua hanya menyebut Prabowo (untuk Capres 2019)," kata Muzani kepada wartawan, Selasa (24/10/2017).
Muzani menuturkan, bagi Prabowo jabatan presiden bukanlah segala-galanya. Prabowo menyebut akan menggunakan 'alat' (jabatan presiden) tersebut untuk menjaga kemaslahatan bangsa Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Jokowi Kian Tak Aman Menuju Pilpres 2019 |
Survei tentang elektabilitas capres menjelang Pemilu 2019 dirilis Political Marketing Consulting (PolMark) pada Minggu (22/10) lalu. Hasilnya, Jokowi berada di peringkat pertama dengan perolehan suara 41,2%. Kemudian disusul Prabowo Subianto dengan 21% dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 2,9%.
Jika pilpres digelar saat ini, baik Prabowo maupun Jokowi mengalami penurunan pemilih. Direktur PolMark Indonesia Eep Saefulllah Fatah menyatakan penurunan pemilih keduanya bisa dimaknai secara negatif.
"Artinya, kemungkinan perpindahan mereka masih terbuka. Kemudian ketiga, untuk variabel waktu, 2019 masih cukup lama. Makanya saya katakan, harus hati-hati kalau Pak Jokowi dan Prabowo karena bisa jadi akan muncul calon alternatif dari situasi yang sangat situasional saya katakan tadi," terang Eep, Minggu (22/10). (yas/rna)











































