Kapolda Bengkulu Brigjen Coki Manurung memimpin langsung upacara pelepasan jenazah di TMP Bengkulu pada pukul 14.00 WIB. Sejumlah pejabat utama, termasuk Dansat Brimob Polda Bengkulu Kombes Tri Yunianto, hadir dalam upacara pemakaman jenazah tersebut.
Dalam sambutannya, Coki mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Berry, yang telah gugur dalam menjalankan tugas. "Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT sesuai dengan amal kebaikannya, demikian juga, kami berdoa semoga almarhum gugur dengan khusnul khotimah," ucap Coki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Coki juga berdoa agar keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan sabar. Berry merupakan salah satu putra terbaik Polri dari Detasemen B Pelopor Satuan Brimob Polda Papua yang tewas saat bertugas mengejar kelompok kriminal bersenjata di Utikini, Tembagapura, Mimika, Papua, pada Minggu (22/10.
"Almarhum telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Kita hadir di sini untuk memberikan penghormatan terakhir melalui upacara pemakaman sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan dari negara atas jasa serta darma bakti almarhum kepada negara dan bangsa," tutur Coki di akhir sambutan.
Pemakaman juga dihadiri oleh istri Berry, Wyndha, dan keluarga. "Saya bangga punya suami seperti dia, almarhum memang menginginkan kematian yang khusnul khotimah," kata Wyndha seperti ditulis Bidang Humas Polda Bengkulu.
![]() |
Seperti diketahui, kontak senjata terjadi antara Brimob dan kelompok kriminal bersenjata pimpinan Sabinus Waker saat anggota Brimob melakukan pengejaran di Kampung Utikini, Tembagapura, Mimika, Minggu (22/10). Anggota Brimob mendapat serangan tembakan dari dua bukit sebelah kiri dan kanan sehingga terjepit dan kesulitan mengejar pelaku.
Selain menewaskan Berry, kontak senjata itu membuat seorang anggota Brimob lain mengalami luka tembak di telapak tangan kiri, yaitu Bripda Mario. Sementara itu, tiga lainnya terluka akibat terkena serpihan proyektil, yaitu Ipda Giay luka di tangan, Bripka Mustari luka paha, dan Bripda Hence luka lutut. (mei/idh)