"Kami melihat dari tiga dimensi penyelenggara, kontestasi, dan partisipasi. Masing-masing ada variabelnya," ujar Ratna di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2017).
Ratna mengatakan variabel dalam dimensi penyelenggara adalah integritas dan profesionalisme. Bawaslu juga mengantisipasi agar tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan dalam pemilu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Ratna mengatakan Bawaslu belum melakukan pemetaan secara spesifik mengenai daerah yang rawan. Menurutnya, penentuan dimensi, indikator, dan variabel lebih penting untuk dilakukan terlebih dahulu.
"Kami belum memetakan secara spesifik daerahnya, tapi baru tentukan dimensi, indikator dan variabelnya. Menurut kami, itu jauh lebih penting, lalu baru kami petakan berdasarkan pengalaman sebelumnya daerah mana yang rawan," kata Ratna. (jbr/jbr)











































