Hal ini disampaikan Jokowi di depan para kepala daerah yang menghadiri acara Pengarahan Presiden untuk Gubernur, Bupati, dan Wali Kota di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2017).
"Ini pada takut semua OTT. Benar nggak? Takut nggak?" tanya Jokowi kepada para kepala daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian Jokowi menyatakan bakal membuat perpres yang bisa membangun sistem digitalisasi jaringan pemerintahan alias e-government. Dengan e-government, penyimpangan bisa diminimalisasi, korupsi dipercaya bisa berkurang, dan akhirnya OTT bisa hilang dari perbincangan publik.
"Jadi akan keluar perpres nanti untuk membangun sistem," kata Jokowi.
Ada yang merespons kata-kata Jokowi dengan suara, "Mmm...." Mendengar suara itu, Jokowi kemudian merespons, "Kok aum... aum?" Sebagian kepala daerah kemudian tertawa.
Jokowi lantas memperjelas keterangan soal perpres ini. "Kita akan membangun sistem, baik yang namanya e-planning, e-budgeting, e-procurement," katanya.
"Sistem itu akan mengurangi, menghilangkan OTT-OTT tadi. Kalau sistem ini berjalan, nggak ada yang namanya OTT," sambungnya.
"Saya tidak bisa bilang jangan kepada KPK. Tidak bisa. Hati-hati. Saya bantunya ya hanya ini, membangun sistem ini," Jokowi menegaskan. (dhn/fjp)











































