DetikNews
Selasa 24 Oktober 2017, 17:44 WIB

Jadi Tersangka KPK, Anak Buah Walkot Batu: Ini Bentuk Kesetiaan

Faiq Hidayat - detikNews
Jadi Tersangka KPK, Anak Buah Walkot Batu: Ini Bentuk Kesetiaan Gedung KPK (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Pemkot Batu Edi Setyawan mengaku hanya membantu Wali Kota Batu nonaktif Eddy Rumpoko dalam pengadaan proyek. Apalagi dalam kepegawaian ada indikator soal loyalitas.

"Yang penting ini, bagi orang seperti saya entah nanti Kementerian Kemenpan atau bagian yang mengurusi masalah kepegawaian mungkin perlu ada definisi atau redefinisi atau mungkin pemberian batasan-batasan yang jelas tentang makna kesetiaan atau loyalitas, yang jadi salah satu indikator bagi pegawai untuk dinilai tentang kesetiaan dan loyalitasnya itu," ujar Edi usai diperiksa penyidik KPK di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Selasa (24/10/2017).

"Soalnya kalau tidak ada definisi yang jelas nanti ya, banyak yang seperti saya gitu," tambah Edi yang menyandang status tersangka kasus suap proyek yang dilakukan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko.

Edi mengaku melakukan hal tersebut sebagai bentuk kesetiaan terhadap pimpinannya. Sehingga dia meminta perlu ada definisi yang jelas soal makna kesetiaan atau loyalitas indikator penilaian pegawai.

"Ya kan saya melakukan ini kan sebagai bentuk kesetiaan saya kepada pimpinan. Nah ini bener tidak seperti itu, ini tolong didefinisikan yang lebih jelas dan tegas," ucap Edi.

Selain itu, Edi mengatakan Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso saat diperiksa penyidik KPK hanya dimintai konfirmasi posisi dirinya di Pemkot Batu. Namun ia mengaku tidak mengetahui apakah Punjul mengaku proses pengadaan proyek senilai Rp 5,26 miliar, yang dimenangi PT Dailbana Prima.

"Itu menjelaskan kedudukan saya mungkin, saya nggak tahu pasti," ujar Edi.

Dalam kasus ini, Wali Kota Batu Eddy Rumpoko ditangkap terkait suap proyek senilai Rp 5,26 miliar, yang dimenangi PT Dailbana Prima. Eddy mendapatkan komisi 10 persen atau Rp 500 juta dari proyek yang dianggarkan Kota Batu pada 2017 itu.

Dari OTT tersebut, KPK menyita uang tunai Rp 200 juta yang diberikan kepada Eddy. Sedangkan Rp 300 juta sebelumnya diberikan untuk keperluan pelunasan mobil Toyota Alphard milik Eddy.

KPK juga menyita uang tunai Rp 100 juta yang diberikan tersangka pengusaha Filipus Djap kepada Kepala Bagian Layanan dan Pengadaan Pemkot Batu Edi Setyawan sebagai panitia pengadaan. Ketiganya kemudian ditetapkan sebagai tersangka.
(fai/dhn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed