DetikNews
Selasa 24 Oktober 2017, 17:36 WIB

Beredar Surat Ancaman, Polri Minta OPM Menyerahkan Diri

Audrey Santoso - detikNews
Beredar Surat Ancaman, Polri Minta OPM Menyerahkan Diri Ilustrasi OPM/ Foto: Andhika Akbaransyah
Jakarta - Setelah penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Timika, beredar foto dua pucuk surat untuk Pemerintah dan TNI-Polri mengenai pemisahan Papua dari NKRI dengan ancaman. Penulis surat mengklaim isi surat itu sebagai sikap Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan merekalah yang bertanggungjawab atas penyerangan di wilayah PT Freeport Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Anjak Madya Divisi Humas Polri, Kombes Sulistyo Pudjo Hartono, mengatakan fokus kepolisian saat ini adalah strategi agar KKB menyerahkan diri kepada aparat. Pudjo mengatakan sosial di Papua sudah selesai sejak lama.

"Yang jadi fokus kepolisian adalah bagaimana upaya kita agar mereka, KBB, turun dan menyerahkan diri. Kita lakukan terus menerus mengimbau mereka menyerahkan diri," kata Pudjo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (24/10/2017).




Beredar Surat Ancaman, Polri Minta OPM Menyerahkan DiriFoto: Surat ancaman dari OPM (ist)


Beredar Surat Ancaman, Polri Minta OPM Menyerahkan DiriFoto: Surat ancaman dari OPM (ist)



"Kita sebutnya (OPM) KKB. Mereka kadang kala menembak polisi, kendaraan, pesawat. Saya sudah lihat (suratnya). KKB itu hendak berusaha menafikan hasil kerja yang dilakukan Pemerintah," sambung dia.

Pudjo mengatakan permasalahan di tanah Papua selesai sejak diberlakukannya otonomi khusus (otsus) Papua. Dalam otsus, semua kepala daerah dan pejabatnya berasal dari putra daerah setempat.

"Permasalahan Papua ini sudah selesai. Baik di wilayah kabupaten, di mana semua bupati, wakil bupati, wali kota, sekretaris daerah itu merupakan putera daerah, saudara-saudara mereka sendiri. Kebijakan itu sesuai dengan otsus. Kemudian gubernur, wakil gubernur sudah orang Papua," jelas Pudjo.

Minggu (22/10), seorang anggota Brimob Detasemen B Polda Papua tewas ditembak KKB saat melakukan pengejaran terhadap KKB pimpinan Sabinus Waker.


(aud/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed