Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan ini diwawancarai puluhan wartawan di pelataran Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2017).
"Haduh... Panas-panas gini hawanya, belum makan gimana," kata Wiranto, bercanda, sambil menunggu persiapan wartawan mewawancarainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah menjawab pertanyaan soal rapat terbatas mengenai Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor), Wiranto bermaksud menyudahi sesi wawancara. Namun sejumlah wartawan masih ingin bertanya soal hal lain.
"Pak, Perppu Ormas bagaimana, Pak?" tanya salah seorang wartawati kepada pria berusia kepala tujuh ini.
Mobil dinas Menko Polhukam Wiranto. (Danu Damarjati/detikcom) |
Wiranto memilih terus berjalan ke arah mobil hitam, berjarak sekitar 10 langkah dari tempatnya berdiri. Namun belasan wartawan terus mengejarnya, menyodorkan alat perekam suara, dan sebagian kamerawan masih mengikutinya. Jelas ini membuat langkah dan pandangan Wiranto terhalang.
"Ini bagaimana ini?" keluh Wiranto.
"Pak, pembukaan dokumen Amerika Serikat terkait peristiwa '65 bagaimana, Pak?" tanya wartawan yang lain lagi.
Wiranto tak hirau. Tangannya sudah menyentuh pintu kiri belakang Toyota Crown Royal Saloon berwarna hitam. Seolah-olah ini memang benar mobilnya.
"Ini mobil saya? Ini bukan mobil saya ini. Mobil saya nggak ada makanan begitu," ujar Wiranto sambil tersenyum. Wartawan juga tertawa.
Dia beranjak sekitar lima langkah ke depan. Dan ketemulah mobilnya. Jenis dan warnanya sama, hanya pelat nomornya RI-16. Sebelum benar-benar beringsut masuk ke mobilnya, Wiranto menjawab pertanyaan wartawan lagi soal penundaan pembentukan Densus Tipikor. (dnu/hri)












































Mobil dinas Menko Polhukam Wiranto. (Danu Damarjati/detikcom)