Korban Penyerangan Pos Brimob Seram Dianugerahi Anumerta
Jumat, 27 Mei 2005 15:55 WIB
Jakarta - Suasana haru dan duka menyelimuti proses penyerahan santunan dan penganugerahan gelar anumerta kepada kelima korban penyerangan pos Brimob di Seram, Maluku. Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar memberikan langsung kenaikan pangkat luar biasa itu kepada kelima korban penyerangan. Upacara penganugerahan dilakukan di Ruang Rapat Utama, Kompleks Mabes Polri, Jl Trunjoyo, Jakarta, Jumat (27/5/2005). Lagu Gugur Bunga mengalun sendu, mengiringi pemberian santunan dan gelar anumerta kepada keluarga yang ditinggalkan. Kapolri menyematkan gelar anumerta kepada Bribda (Anumerta) Azwansah Manik, Bripka (Anumerta) Hassanudin, Bripka (Anumerta) Roni Susanto, Bripka (Anumerta) Teguh Arifianto, dan Brigadir (Anumerta) Slamet Priyanto. Kelima bintara yang berasal dari satuan Brimob Kaltim ini tewas saat bertugas di pos keamanan satuan Brimob di Dusun Wailisa, Kecamatan Piru, Seram Bagian Barat, pada 16 Mei lalu. Santunan diterima oleh masing-masing perwakilan keluarga. Hadir dalam upacara siang itu Ahmad Arifin, ayah dari almarhum Azwansah Manik; Titin Rosati, istri dari almarhum Hassanudin; Setyorini, istri almarhum Roni Susanto; Jufrianto, ayah dari almarhum Teguh Arifianto dan Novi Fransiana, istri dari almarhum Slamet Priyanto. Selain menyematkan gelar anumerta, Da'i juga memberikan santunan masing-masing sebesar Rp 65 juta kepada keluarga korban yang ditinggal. Sebanyak Rp 5 juta di antaranya dirogohnya dari kocek pribadi. Ditambah sebuah rumah bagi korban yang telah berkeluarga. "Saya berbahagia karena suami saya sudah berkorban untuk nusa dan bangsa. Bantuan ini akan saya gunakan untuk menghidupi keluarga," ujar Titin. Sebelumnya, dalam sambutannya, Da'i menyatakan bahwa Polri tidak akan melupakan jasa-jasa para prajuritnya. "Kejadian ini menandakan pada kita semua bahwa negeri ini masih menyimpan banyak permasalahan baik itu konflik horisontal maupun vertikal," tambahnya.
(dni/)











































