"Operasi serentak di beberapa wilayah Indonesia dengan berhasil menangkap 9 orang tersangka terorisme," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto, Selasa (24/10/2017).
Rinciannya, seorang terduga bernama Bakri ditangkap di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Sementara di Riau, ada 5 orang yang ditangkap yaitu W alias AA, AI alias BST, YH alias AZ, dan H alias AB, dan NK alias AA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Densus juga meringkus terduga teroris di Kendal dan Sukoharjo, Jawa Tengah serta Ponorogo, Jawa Timur. Ada tiga orang yang ditangkap Jateng dan Jatim.
"Sekitar jam 07.05 WIB, telah dilakukan penangkapan terhadap seorang yang terlibat tindak pidana terorisme di Jalan Sapen, Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah," kata Rikwanto.
Terduga teroris berinisial MH (33), warga Dusun Margosono, Desa Trimulyo, Sukorejo, Kendal, Jawa Timur ditangkap pukul 07.05 WIB tadi. MH diduga merupakan penyandang dana kelompok Hendro Fernando yang terkait dengan MIT Poso pada 2015-2016.
Lalu, seorang terduga teroris inisial H ditangkap di Jalan Mojolaban, Kendal, Jawa Tengah pukul 11.00 WIB. Namun tak dijelaskan apa keterlibatan H dalam jaringan teroris.
Di Jawa Timur, Densus menciduk seorang pria berinisial HW (32). Kecurigaan polisi terhadap HW timbul karena diduga HW berhubungan dengan Bahrun Naim. Mereka berada dalam satu grup di aplikasi Telegram.
"Mereka membuat grup telegram atau medsos tersendiri bernama Kulak Tahu, yang di dalamnya juga terdapat Bahrun Naim," terang Rikwanto.
(idh/fdn)











































