Awasi Obat dan Makanan, BPOM Gandeng KPK

Awasi Obat dan Makanan, BPOM Gandeng KPK

Faiq Hidayat - detikNews
Selasa, 24 Okt 2017 13:02 WIB
Awasi Obat dan Makanan, BPOM Gandeng KPK
Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan NAPZA BPOM Nurma Hidayati bersama Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemui pimpinan KPK untuk membahas perizinan dan pengawasan obat. Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan NAPZA BPOM Nurma Hidayati meminta KPK mengawasi perizinan obat yang akan beredar di pasaran.

"Jadi Badan POM ini kan tugasnya pengawasan obat dan makanan, gimana kami melakukan pengawasan, baik dari pre-market, jadi sebelum produk itu beredar hingga produk itu berada di pasaran. Tentunya salah satunya terkait perizinan, bagaimana perizinan ini tetap, sesuai dengan kaidah-kaidah pemerintahan yang bersih, akuntabel, nah inilah yang diantisipasi untuk ke depannya tetap seperti itu," ujar Nurma usai bertemu pimpinan KPK di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Selasa (24/10/2017).

Menurut Nurma, keputusan mengajak KPK untuk menghindari konflik lembaga karena perizinan dan pengawasan obat sangat rawan bermasalah. Apalagi, kata Nurma, proses perizinan selalu berhadapan dengan pihak pengusaha hingga pelaku usaha di daerah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini hanya antisipasi saja, karena ini berpotensi, supaya tidak ada conflict of interest, karena kita di dalam melakukan bisnis proses, tentunya berinteraksi pihak-pihak luar, dengan pelaku usaha, kita juga ada di daerah-daerah, nah ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Justru kita menjaga supaya tidak ada masalah tersebut," ucap Nurma.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengatakan sudah melakukan kajian tentang perizinan dan pengawasan obat di Badan POM. Hasil kajian tersebut, peredaran obat harus dibatasi.

"Ada beberapa hal, hasil penelitian tersebut, di antara lain bagaimana supaya peredaran obat itu bisa dibatasi, seperti itu," ujar Basaria. (fai/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads