"Saya heran dan bertanya, kita pahami juga kebebasan berserikat, berkumpul, berbicara juga harus menghargai orang lain," ujar Latifah dalam rapat paripurna, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/10/2017).
Ia menyatakan sikap kecewanya pecah ketika dikatakan orang yang menandatangani setuju Perppu Ormas berdosa. Dan dia merasa ketika bicara seperti itu, tatapan mata anggota ormas tersebut ke arahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kecewa ketika disudutkan setiap pembicaraan tentang yang tanda tangan setuju Perppu Ormas maka berdosa. Lalu ketika bicara tentang ateis, komunis, melihat ke arah PDIP, bahkan ke saya," ungkapnya.
"Apakah saya tidak punya hak? Dwi Ria Latifa sebagai muslim dan tidak punya hak untuk menyatakan pendapat," tambah Latifa.
Ia mengatakan pengambilan keputusan ini jangan hanya dipikirkan dengan permainan politik. Ia percaya setiap agama selalu mengajarkan kedamaian.
"Demi Allah, hanya Allah yang berhak mengatakan siapa yang berdosa dari dalam hati yang paling dalam. Jangan tutupi ini hanya permainan politik," tegas Latifa.
Seperti diketahui, PDIP menjadi fraksi yang menyetujui Perppu Ormas untuk menjadi UU. Sebanyak 6 fraksi lain juga setuju, namun 3 dengan catatan. (lkw/elz)











































