DetikNews
Selasa 24 Oktober 2017, 12:29 WIB

Lokalisasi 'Jaipong' dan Miras di Bantaran Kali Bekasi Digusur

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Lokalisasi Jaipong dan Miras di Bantaran Kali Bekasi Digusur Foto: Edward Febriyatri/detikcom
Bekasi - Belasan rumah di bantaran Kali Bekasi, Marga Jaya, Bekasi Selatan, digusur Pemerintah Kota Bekasi. Penggusuran ini untuk proyek pembangunan flyover Cut Mutia.

Pantauan di lokasi penertiban bangunan, Selasa (24/10/2017), ada 131 petugas gabungan dari polisi, TNI dan Satpol PP Kota Bekasi mengamankan lokasi penertiban di Kali Bekasi. Alat-alat berat juga telah disiagakan.

Petugas melakukan negosiasi dengan warga sebelum melakukan eksekusi. "Kami di sini hanya melakukan pengamanan. Sebelumnya Pemkot telah melakukan sosialiasi dengan adanya pembongkaran ini karena rencananya mau dibangun pelebaran flyover Cut Mutia," ujar Kasubag Humas Polres Kota Bekasi, Kompol Erna Ruswing, di lokasi penertiban, Selasa (24/10/2017).

Menurut Erna, pemilik bangunan berjanji membongkar sendiri. Mayoritas mereka yang tinggal penduduk pendatang dari luar kota Bekasi. "Mereka semua pendatang, kurang lebih ada 19 KK di sini mereka dari Subang dan Karawang," paparnya.

Erna mengatakan lokasi bangunan liar kerap dijadikan peredaran minuman keras. Selain itu, ada lokalisasi jaipong. "Selama ini suka dijadikan lokalisasi seperti itu (jaipong) dengan miras, kadang juga dipakai untuk prostitusi juga," kata Erna.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua RW 01 Rosidah. Dia mengaku lokasi bangunan liar kerap dijadikan lokalisasi jaipong.

Menurut dia, warga juga sudah meresahkan hal itu. "Memang nilai dari seninya positif tetapi dengan ada kegiatan (lokalisasi) jadi ada negatif seperti sinden dan lain lain, mereka keluar masuk di sini," ujar Rosidah.

Rosidah mengatakan mayoritas mereka yang tinggal di bantaran kali warga pendatang. Mereka sudah menempati lokasi itu dari tahun 1990. "Sebetulnya sudah disosialiasi dan mau ditertibkan cuma terhenti karena anggaran. Nah sekarang ada anggaran dan kebetulan mau dipakai untuk pelebaran jalan dan ini memang tanah negara," pungkasnya.
(ed/aan)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed